ADVERTISEMENT

Kasus HIV/AIDS Meningkat, DPRK Banda Aceh Ajak Pemuda Perkuat Edukasi dan Pencegahan

Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, menyampaikan arahan kepada peserta saat kegiatan Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh Tahun 2026 di Aula Bapelkes Aceh. [Foto: Humas DPRK],
Ringkasan Berita
  • DPRK Banda Aceh mengajak pemuda memperkuat edukasi dan pencegahan menyusul meningkatnya kasus HIV/AIDS yang mencapai 909 kasus hingga Mei 2026.
  • Farid Nyak Umar menegaskan pemuda harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, menghindari perilaku berisiko, dan mendukung program pencegahan HIV/AIDS.
  • DPRK berharap sinergi antara pemerintah dan generasi muda dapat menekan penyebaran HIV/AIDS serta membangun masyarakat Banda Aceh yang lebih sehat dan berkualitas.

Inisiatif Logo, Banda Aceh – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST, mengajak generasi muda memperkuat edukasi dan upaya pencegahan menyusul meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh. Seruan itu disampaikan saat kegiatan Reses II Masa Persidangan III DPRK Banda Aceh Tahun 2026 di Aula Bapelkes Aceh, Kamis (2/7/2026).

Farid mengatakan peningkatan kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan muda. Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada sesama serta membangun kesadaran untuk menghindari perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV/AIDS.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, hingga akhir Mei 2026 tercatat sebanyak 909 kasus HIV/AIDS, terdiri atas 745 kasus HIV dan 164 kasus AIDS. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia produktif.

Farid menilai kondisi tersebut menjadi alarm bagi semua pihak agar lebih aktif melakukan langkah-langkah pencegahan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Pemuda Banda Aceh harus waspada. Peningkatan kasus HIV/AIDS yang signifikan ini menjadi ancaman bagi ketahanan sosial dan moral bangsa. Generasi muda tidak boleh terjebak dalam perilaku berisiko,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai agama dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kesempatan itu, Farid turut menyinggung perilaku LGBT sebagai salah satu isu yang perlu diwaspadai sesuai pandangannya, serta mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 yang disebutnya mengatur ancaman terhadap ketahanan negara.

ADVERTISEMENT

Farid menegaskan, upaya menekan penyebaran HIV/AIDS tidak dapat dilakukan pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan aktif pemuda sangat dibutuhkan melalui edukasi di lingkungan sekolah, kampus, dan komunitas.

Selain itu, ia mendorong generasi muda ikut menyosialisasikan informasi kesehatan yang benar, menjauhi perilaku berisiko, serta mendukung berbagai program Pemerintah Kota Banda Aceh, termasuk skrining dini dan kampanye pencegahan HIV/AIDS.

“Saya percaya pemuda Banda Aceh adalah garda terdepan dalam menjaga moralitas dan kesehatan masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Pemuda harus menjadi mitra strategis dalam menekan angka HIV/AIDS melalui edukasi sebaya, kampanye hidup sehat, dan keterlibatan aktif dalam program skrining,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ajakan tersebut mendapat respons positif dari peserta reses. Salah seorang peserta dari Gampong Lambaro Skep, Firdausi, menyatakan kesiapan kalangan muda untuk berkontribusi mendukung pemerintah dalam menekan penyebaran HIV/AIDS melalui edukasi kepada teman sebaya dan kampanye hidup sehat.

Menurutnya, pemuda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai perilaku yang dapat membahayakan masa depan.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT