ADVERTISEMENT

Konflik Israel-Lebanon Ancam Perundingan Damai AS-Iran di Swiss

Militer Iran kembali tutup lalu lintas Selat Hormuz gara-gara Israel bombardir Lebanon. [Foto: AMIRHOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP].
Ringkasan Berita
  • Amerika Serikat dan Iran memulai perundingan damai di Swiss untuk membahas isu nuklir dan penyusunan perjanjian final pasca penandatanganan MoU penghentian perang.
  • Konflik Israel-Hizbullah yang kembali memanas di Lebanon mengancam proses negosiasi, meski sebelumnya telah diumumkan gencatan senjata.
  • Iran menegaskan pelanggaran yang dilakukan Israel di Lebanon dapat berdampak pada keberlangsungan kesepakatan damai dan meminta AS memastikan seluruh komitmen yang telah disepakati dijalankan.

Inisiatif Logo, Swiss — Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Swiss menghadapi ancaman serius akibat kembali memanasnya konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Ketegangan di lapangan dinilai berpotensi menggagalkan upaya diplomatik yang tengah dibangun Washington dan Teheran pasca penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penghentian perang.

Delegasi kedua negara dijadwalkan bertemu pada Minggu (21/6/2026) untuk membahas kelanjutan perundingan mengenai program nuklir Iran, implementasi gencatan senjata, serta penyusunan perjanjian damai final. Wakil Presiden AS, JD Vance, telah bertolak menuju Swiss, sementara delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, lebih dahulu tiba di lokasi perundingan.

ADVERTISEMENT

Namun, harapan menuju perdamaian kembali dibayangi eskalasi konflik di Lebanon selatan. Serangan udara Israel dan balasan dari Hizbullah terus berlangsung meskipun sebelumnya diumumkan adanya gencatan senjata. Dalam beberapa hari terakhir, puluhan warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi di wilayah tersebut.

Pemerintah Iran menilai serangan Israel di Lebanon merupakan pelanggaran terhadap semangat kesepakatan yang telah dicapai dengan Amerika Serikat. Teheran bahkan menegaskan bahwa Israel turut terikat dalam implementasi kesepakatan perdamaian tersebut karena konflik Lebanon menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses penghentian perang.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan bahwa Teheran akan menuntut pihak Amerika Serikat memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati. Iran juga memperingatkan bahwa pelanggaran yang terus terjadi di Lebanon dapat mengancam kelangsungan proses negosiasi damai.

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons terhadap situasi di Lebanon. Meski demikian, militer Amerika Serikat membantah klaim tersebut dan menyatakan jalur pelayaran internasional masih beroperasi normal.

ADVERTISEMENT

Di tengah situasi yang rapuh, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dijadwalkan turut hadir dalam perundingan sebagai mediator. Pakistan sebelumnya memainkan peran penting dalam mendorong tercapainya MoU antara Washington dan Teheran yang menjadi dasar penghentian perang dan pembukaan jalur diplomasi baru antara kedua negara.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT