FASI Kota Banda Aceh 2026 Digelar 3-6 September, BKPRMI Mulai Matangkan Persiapan
- BKPRMI Kota Banda Aceh mulai mematangkan persiapan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) 2026 yang akan digelar pada 3–6 September 2026 di Masjid Jamik Lueng Bata.
- Persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan BKM Masjid Jamik Lueng Bata untuk memastikan kesiapan lokasi, fasilitas, keamanan, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan yang akan diikuti ribuan peserta.
- FASI 2026 mengusung tema "Melalui FASI Kota Banda Aceh Kita Wujudkan Generasi Qurani yang Berakhlaq Mulia, Kreatif dan Siap Berkolaborasi Menuju Indonesia Emas" dengan mempertandingkan berbagai cabang lomba bagi peserta TKA, TPA, TQA, hingga Ustaz/Ustazah.
, Banda Aceh – Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD BKPRMI) Kota Banda Aceh mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Kota Banda Aceh Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–6 September 2026 di Masjid Jamik Lueng Bata, Banda Aceh.
Persiapan tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi antara Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI Kota Banda Aceh bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Jamik Lueng Bata, Senin (27/7/2026).
Rapat membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari kesiapan lokasi, pembagian arena perlombaan, fasilitas pendukung, pengaturan arus peserta dan pengunjung, keamanan, kebersihan, area parkir, konsumsi hingga pola koordinasi antara panitia dan pengurus masjid.
Ketua DPD BKPRMI Kota Banda Aceh, Akhina Bukhari, mengatakan koordinasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi ribuan peserta, official, dewan hakim, dan masyarakat yang akan hadir.
“FASI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan momentum pembinaan karakter dan syiar Al-Qur’an bagi generasi muda. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh persiapan dilakukan secara matang melalui sinergi dengan BKM Masjid Jamik Lueng Bata sebagai tuan rumah. Kami berharap FASI 2026 menjadi penyelenggaraan terbaik yang pernah dilaksanakan di Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Masjid Jamik Lueng Bata dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki fasilitas yang memadai. Selain berada di kawasan strategis dan mudah dijangkau dari seluruh kecamatan di Banda Aceh, kompleks masjid juga memiliki area yang luas sehingga mampu menampung pelaksanaan berbagai cabang lomba secara bersamaan.
Ketua BKM Masjid Jamik Lueng Bata, M. Zaini Yusuf, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan FASI 2026.
“Kami merasa bersyukur dan bangga Masjid Jamik Lueng Bata dipercaya menjadi tuan rumah FASI 2026. Insya Allah, BKM bersama seluruh jamaah siap mendukung dan berkolaborasi dengan BKPRMI agar kegiatan ini berjalan sukses, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membina generasi Qurani,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana FASI Kota Banda Aceh 2026, Ustaz Muammar Kadri, S.Hi., menjelaskan FASI tahun ini mengusung tema “Melalui FASI Kota Banda Aceh Kita Wujudkan Generasi Qurani yang Berakhlaq Mulia, Kreatif dan Siap Berkolaborasi Menuju Indonesia Emas.”
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan komitmen BKPRMI dalam membentuk generasi yang tidak hanya mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kreativitas, dan kemampuan berkolaborasi menghadapi tantangan masa depan.
“FASI merupakan wadah pembinaan, pengembangan bakat, dan syiar Islam bagi anak-anak serta remaja. Kami berharap seluruh unit TKA, TPA, dan TQA di Kota Banda Aceh dapat berpartisipasi aktif sehingga FASI benar-benar menjadi pesta syiar Al-Qur’an yang membanggakan masyarakat Kota Banda Aceh,” ujarnya.
FASI Kota Banda Aceh 2026 akan mempertandingkan berbagai cabang lomba yang terbagi dalam empat kategori, yakni Tingkat TKA, TPA, TQA, serta Ustaz/Ustazah.
Pada kategori TKA dan TPA akan diperlombakan tartil Al-Qur’an, adzan dan iqamah, nasyid Islami, cerdas cermat Al-Qur’an, ceramah agama Islam, hingga lomba menggambar dan mewarnai. Sementara kategori TQA melombakan tilawah Al-Qur’an, tahfiz Juz Amma, syarhil Qur’an, kaligrafi, kisah Islami, serta cerdas cermat Al-Qur’an. Adapun kategori Ustaz/Ustazah akan mempertandingkan cabang Rangking 1 sebagai sarana peningkatan kompetensi para pendidik Al-Qur’an.[]





















Tinggalkan Balasan