ADVERTISEMENT

Viral Siswa Menyeberang Sungai Berpegangan Tali, Pemerintah Aceh Minta BNPB Bangun 4 Jembatan

Seorang siswa bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan berpegangan tali menuju sekolah di Desa Kendawi, Gayo Lues. [Foto: Tangkapan layar/TikTok].
Ringkasan Berita
  • Viral video siswa dan guru menyeberang sungai dengan berpegangan tali di Gayo Lues membuat Pemerintah Aceh mendesak BNPB segera membangun kembali empat jembatan gantung yang rusak akibat banjir.
  • Atas arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Sekda Aceh M. Nasir Syamaun meminta percepatan rekonstruksi jembatan di Gayo Lues, Aceh Barat, dan Aceh Utara demi menjamin keselamatan pelajar serta kelancaran aktivitas masyarakat.
  • BNPB menyatakan siap mengawal usulan tersebut di tingkat pusat agar pembangunan empat jembatan prioritas dapat segera direalisasikan dan konektivitas warga kembali pulih.

Inisiatif Logo, Banda Aceh – Pemerintah Aceh meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera merekonstruksi empat jembatan gantung yang rusak akibat bencana banjir. Permintaan itu disampaikan setelah viral video yang memperlihatkan para siswa dan guru di Kabupaten Gayo Lues harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai dengan berpegangan pada tali untuk menuju sekolah.

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir Syamaun, atas arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), saat menerima kunjungan Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Prof. Dr. Ir. Muhammad Dirhamsyah, di ruang kerja Sekda Aceh, Selasa (28/7/2026).

ADVERTISEMENT

Sekda menegaskan pembangunan kembali empat jembatan tersebut merupakan kebutuhan yang sangat mendesak karena menyangkut keselamatan masyarakat, khususnya para pelajar, serta kelancaran aktivitas ekonomi warga.

“Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga,” ujar M. Nasir.

ADVERTISEMENT

Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah Jembatan Gantung Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Kerusakan jembatan di lokasi tersebut memaksa siswa dan guru melintasi sungai dengan memanfaatkan tali dan sisa konstruksi jembatan yang rusak demi bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Selain di Gayo Lues, Pemerintah Aceh juga mengusulkan percepatan rekonstruksi Jembatan Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, serta Jembatan Gantung Penghubung antara Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera di Kabupaten Aceh Utara.

ADVERTISEMENT

Menurut Sekda, keberadaan empat jembatan tersebut sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat menuju sekolah, pusat pelayanan, dan aktivitas perekonomian.

“Pemerintah Aceh berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan perhatian khusus dan mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana, guna memastikan proses belajar-mengajar serta mobilitas warga kembali normal,” katanya.

Menanggapi usulan tersebut, Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah, menyatakan siap mengawal percepatan pembangunan empat jembatan tersebut di tingkat pusat.

ADVERTISEMENT

Ia menilai pemulihan konektivitas antarwilayah yang terputus akibat bencana harus menjadi prioritas agar aktivitas sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat dapat segera pulih.

“Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB pusat,” ujar Dirhamsyah.

Pemerintah Aceh berharap rekonstruksi empat jembatan tersebut segera direalisasikan sehingga warga, khususnya para siswa, tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan saat menempuh perjalanan menuju sekolah.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT