ADVERTISEMENT

Iran dan AS Teken MoU Akhiri Perang, Pakistan Jadi Mediator

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatangani MoU secara digital untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari 2026. Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan menjadi dasar bagi perundingan lanjutan menuju perjanjian damai permanen. Iran menegaskan setiap serangan baru Israel ke Lebanon atau kelanjutan operasi militer di kawasan Arab dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap MoU yang telah disepakati. [Foto: Dok. Anadolu].
Ringkasan Berita
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump menandatangani MoU secara digital untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari 2026.
  • Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan menjadi dasar bagi perundingan lanjutan menuju perjanjian damai permanen.
  • Iran menegaskan setiap serangan baru Israel ke Lebanon atau kelanjutan operasi militer di kawasan Arab dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap MoU yang telah disepakati.

Inisiatif Logo, TehranIran dan Amerika Serikat resmi menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari 2026. Kesepakatan bersejarah tersebut ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trumppada Kamis (18/6/2026) dini hari.

Kesepakatan yang dikenal sebagai Islamabad Memorandum of Understanding itu dimediasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Pemerintah Pakistan sebelumnya mengonfirmasi bahwa teks final MoU telah disepakati kedua negara setelah serangkaian perundingan intensif.

ADVERTISEMENT

MoU tersebut memuat komitmen penghentian operasi militer di seluruh front konflik serta membuka jalan bagi perundingan lanjutan guna mencapai perjanjian damai permanen dalam waktu maksimal 60 hari. Tenggat waktu itu dapat diperpanjang apabila disetujui kedua pihak.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa nota kesepahaman tersebut akan menjadi dasar hubungan baru antara Teheran dan Washington setelah berbulan-bulan konflik bersenjata dan ketegangan regional. Ia juga mengingatkan bahwa setiap serangan baru Israel ke Lebanon atau kelanjutan operasi militer di kawasan Arab dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai.

ADVERTISEMENT

Dalam dokumen yang telah dipublikasikan, kedua negara sepakat menghormati kedaulatan masing-masing dan tidak melakukan tindakan militer maupun ancaman penggunaan kekuatan satu sama lain. Kesepakatan itu juga mencakup komitmen untuk melanjutkan negosiasi mengenai isu nuklir Iran dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Presiden Pezeshkian menyebut MoU tersebut sebagai dokumen bersejarah yang menandai babak baru diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat. Sementara itu, Washington menyatakan kesepakatan ini menjadi langkah awal menuju penyelesaian konflik secara menyeluruh melalui jalur diplomatik.

ADVERTISEMENT

Penandatanganan MoU ini menjadi perkembangan diplomatik paling signifikan sejak pecahnya konflik Iran-AS pada awal 2026. Meski demikian, keberhasilan kesepakatan tersebut masih akan diuji melalui implementasi komitmen kedua pihak dan negosiasi menuju perjanjian final dalam beberapa pekan mendatang.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT