ADVERTISEMENT

AS Siap Cabut Seluruh Sanksi terhadap Iran dalam Draf Perjanjian Damai

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. [Foto ANTARA].
Ringkasan Berita
  • Amerika Serikat berkomitmen mencabut seluruh sanksi terhadap Iran dalam draf kesepakatan nuklir yang dipublikasikan kantor berita Iran, IRNA.
  • Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran menegaskan tidak akan memproduksi maupun memperoleh senjata nuklir dan bersedia menjalankan pengawasan bersama IAEA.
  • Kedua negara menargetkan perjanjian final dapat dirampungkan dalam waktu 60 hari, meski terdapat opsi perpanjangan jika proses negosiasi belum selesai.

Inisiatif Logo, TehranAmerika Serikat menyatakan kesediaannya mencabut seluruh sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari draf kesepakatan nuklir yang tengah dirundingkan kedua negara. Komitmen tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang dipublikasikan kantor berita resmi Iran, IRNA, Rabu (17/6/2026).

Dalam dokumen tersebut, Washington berjanji mengakhiri berbagai bentuk sanksi terhadap Teheran, termasuk sanksi yang diberlakukan secara sepihak oleh Amerika Serikat maupun yang terkait dengan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

ADVERTISEMENT

Pencabutan sanksi akan dilakukan dalam jangka waktu yang disepakati kedua pihak dan menjadi bagian dari perjanjian final yang saat ini masih dalam tahap negosiasi.

Sebagai imbal balik, Iran kembali menegaskan komitmennya untuk tidak memproduksi maupun memperoleh senjata nuklir.

ADVERTISEMENT

“Iran menegaskan kembali bahwa negara tidak akan memproduksi atau memperoleh senjata nuklir,” demikian bunyi salah satu poin dalam MoU tersebut.

Selain itu, Iran dan Amerika Serikat juga sepakat menyelesaikan berbagai persoalan terkait material nuklir Iran di bawah pengawasan IAEA. Langkah ini menjadi bagian penting dalam upaya memastikan program nuklir Teheran tetap berada dalam koridor pengawasan internasional.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan kesepakatan awal, kedua negara menargetkan perjanjian final dapat dirampungkan dalam waktu 60 hari setelah penandatanganan MoU. Perjanjian tersebut diharapkan menjadi dasar penyelesaian sengketa panjang terkait program nuklir Iran yang selama bertahun-tahun memicu ketegangan antara Teheran dan Washington.

Meski demikian, MoU juga membuka peluang perpanjangan waktu apabila kedua pihak membutuhkan waktu tambahan untuk menyelesaikan poin-poin yang masih dinegosiasikan.

Jika terealisasi, pencabutan sanksi akan menjadi salah satu langkah diplomatik paling signifikan dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa dekade terakhir. Bagi Iran, kebijakan itu berpotensi membuka kembali akses ekonomi dan perdagangan internasional yang selama ini terhambat oleh embargo dan pembatasan ekonomi. Sementara bagi Amerika Serikat, kesepakatan tersebut menjadi instrumen untuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir di masa depan.[]

ADVERTISEMENT
Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT