Pemerintah Aceh Gelontorkan Logistik Rp1,77 Miliar untuk Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Abdya
- Pemerintah Aceh menyalurkan logistik senilai Rp1,77 miliar kepada Pemkab Abdya untuk memperkuat stok darurat menghadapi bencana.
- Bantuan mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan pengungsian dan material perbaikan darurat, mulai dari sembako hingga tenda, family kit dan seng.
- Bupati Safaruddin mengapresiasi dukungan tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah agar bantuan dapat berdampak langsung bagi masyarakat.
, Blangpidie — Pemerintah Aceh menggelontorkan bantuan logistik senilai Rp1,77 miliar untuk memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Bantuan senilai tepat Rp1.773.441.231 itu diserahkan Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal kepada Bupati Abdya Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP di Pendopo Bupati Abdya, Selasa (18/8/2026).
Penyerahan tersebut turut disaksikan Asisten III Setdakab Abdya Rizal, Kepala Dinas Sosial Abdya Iin Supardi, serta jajaran Dinas Sosial Aceh.
Budi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari persediaan logistik strategis Pemerintah Aceh yang didistribusikan untuk memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan bencana di 23 kabupaten/kota.
Menurutnya, logistik harus tersedia sebelum bencana terjadi. Dengan begitu, pemerintah daerah tidak perlu menunggu proses pengadaan ketika masyarakat sudah berada dalam kondisi darurat.
“Bantuan ini kami serahkan kepada Pemerintah Abdya untuk memperkuat stok di gudang logistik,” kata Budi.
Ia menegaskan, keberadaan stok di gudang daerah menjadi penyangga awal ketika bencana terjadi. Kebutuhan mendesak masyarakat, terutama warga yang harus mengungsi, dapat segera dipenuhi tanpa menunggu distribusi dari luar daerah.
“Kita berharap seluruh daerah memiliki ketersediaan logistik yang memadai sehingga bantuan masa panik dapat segera didistribusikan saat musibah terjadi,” ujarnya.
Bukan Sekadar Sembako
Bantuan yang diterima Abdya tidak hanya berupa kebutuhan pangan. Pemerintah Aceh juga mengirim perlengkapan pengungsian hingga material untuk kebutuhan perbaikan darurat.
Untuk kebutuhan makanan dan minuman, bantuan terdiri dari 80 dus air mineral, 35 dus biskuit, 300 kilogram gula pasir, 40 dus kecap, 250 dus mi instan, 180 liter minyak goreng, 40 dus sambal dan 50 dus sarden.
Sementara perlengkapan pengungsian meliputi dua unit tenda serbaguna atau dome, 25 paket perlengkapan dapur, 30 paket family kit dan 30 paket kids ware.
Pemerintah Aceh juga menyerahkan material untuk perbaikan darurat berupa 200 lembar seng, 200 kotak paku seng, 200 lembar triplek mika dan 200 kotak paku triplek.
Budi menjelaskan, distribusi ke Abdya dilakukan setelah terdapat kebutuhan yang dinilai mendesak. Pemerintah Aceh juga telah menyalurkan bantuan serupa ke sejumlah daerah lain yang terdampak bencana, termasuk Aceh Tengah.
“Dalam waktu dekat, Pemerintah Aceh akan melanjutkan distribusi logistik ke kabupaten/kota yang belum menerima bantuan,” katanya.
Menurut Budi, penguatan stok tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih responsif. Pemerintah tidak cukup hanya bertindak setelah bencana terjadi, tetapi harus memiliki persediaan yang memadai sejak awal.
“Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban serta memenuhi kebutuhan dasar warga di tempat pengungsian,” ujarnya.
Safaruddin: Harus Berdampak Langsung
Bupati Abdya Safaruddin mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh terhadap kesiapsiagaan bencana di daerahnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Pemerintah Aceh atas bantuan logistik tersebut.
Safaruddin menilai, tambahan stok logistik akan memperkuat kemampuan Pemkab Abdya dalam memberikan respons cepat apabila bencana terjadi.
“Atas bantuan ini, kami mengucapkan terima kasih. Semoga kolaborasi pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi terus terjalin, sehingga berdampak langsung manfaatnya untuk masyarakat Aceh,” kata Safaruddin.
Dengan tambahan bantuan tersebut, stok logistik di gudang Abdya kini diperkuat untuk menghadapi kondisi darurat. Persediaan tersebut akan digunakan dan didistribusikan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhan ketika bencana terjadi.
Bagi pemerintah daerah, kesiapsiagaan bukan hanya tentang jumlah bantuan yang tersedia, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga dapat dipenuhi secepat mungkin saat bencana melanda.[]


























Tinggalkan Balasan