Macron Sebut Indonesia Mitra Strategis Indo-Pasifik
- Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan Indonesia merupakan mitra strategis penting Prancis di kawasan Indo-Pasifik dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Paris.
- Indonesia dan Prancis sepakat memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, investasi, perdagangan, pendidikan, budaya, hingga transisi energi, termasuk penguatan hubungan ekonomi dengan Uni Eropa.
- Macron juga memberikan apresiasi terhadap peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia, termasuk sikap Indonesia terkait Palestina dan kawasan Timur Tengah.
, Paris — Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan strategis dengan Indonesia menjadi kemitraan global di berbagai bidang. Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5/2026) waktu setempat.
Dalam pernyataan bersama kedua kepala negara, Macron menilai Indonesia memiliki posisi penting bagi Prancis di kawasan Indo-Pasifik, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.
“Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo,” ujar Presiden Macron melalui keterangan BPMI Sekretariat Presiden yang dikutip di Jakarta, Jumat.
Hubungan erat kedua negara terlihat semakin kuat di sektor pertahanan dan keamanan. Macron menyoroti tibanya pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai simbol nyata kerja sama strategis yang terus berkembang antara Jakarta dan Paris.
“Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini,” katanya.
Selain pertahanan, Macron juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dengan Prancis maupun Uni Eropa.
Ia berharap perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Uni Eropa dapat segera diberlakukan guna mempercepat arus perdagangan dan investasi di berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi, kesehatan, transisi energi, hingga industri pertahanan.
Presiden Macron turut mengapresiasi keputusan Indonesia membuka pasar bagi produk peternakan sapi perah dan sapi daging asal Prancis. Ia juga menyambut positif rencana investasi Danantara yang dinilai dapat mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
Di sektor budaya dan pendidikan, Indonesia dan Prancis sepakat memperdalam kolaborasi yang sebelumnya diperkuat melalui deklarasi bersama strategi kebudayaan di Candi Borobudur pada Mei 2025.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan sektor permuseuman, sastra, perfilman, mode, hingga penguatan kolaborasi ilmiah, teknologi, dan universitas dalam program Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.
“Prancis hendak ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, talenta,” ujar Macron.
Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin juga membahas berbagai isu internasional, mulai dari situasi Timur Tengah, konflik Ukraina, hingga ketegangan di Laut China Selatan dan kawasan Asia Tenggara.
Macron memberikan penghormatan terhadap sikap Indonesia yang dinilai aktif mendorong perdamaian dunia dan dialog internasional.
“Saya ingin memberi penghormatan mengenai posisi Bapak yang sangat berani untuk perdamaian di Timur Tengah, dan juga untuk pengakuan Palestina. Saya juga ingin memberi penghormatan atas keterlibatan tentara Bapak untuk terus bertindak untuk perdamaian kedaulatan Lebanon,” ucapnya.
Terkait kawasan Asia Tenggara, Macron menyampaikan ASEAN memiliki posisi strategis dalam kebijakan Indo-Pasifik Prancis dan Uni Eropa. Karena itu, Prancis menyatakan siap terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi tantangan regional maupun global di masa depan.[]
