ADVERTISEMENT

Mundur dari BGN, Nanik Deyang Tegaskan Tetap Kawal Program MBG

Nanik S. Deyang [Foto: Instagram/Nanik].
Ringkasan Berita
  • Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala BGN karena alasan kesehatan, namun menegaskan tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis.
  • Nanik menegaskan Program MBG bukan program politik, melainkan upaya meningkatkan gizi anak dan menyiapkan generasi emas Indonesia.
  • Selain memperbaiki gizi, Program MBG juga dinilai menggerakkan ekonomi masyarakat melalui peningkatan penyerapan hasil pertanian dan peternakan lokal.

Inisiatif Logo, Jakarta – Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski telah mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan kesehatan.

Melalui pernyataan yang disampaikan di akun media sosial resminya, Rabu (22/7), Nanik menyatakan pengunduran dirinya dilakukan agar dapat menjalani pengobatan penyakit jantung yang dideritanya. Meski tidak lagi memimpin BGN, ia memastikan dukungannya terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu tidak akan berubah.

ADVERTISEMENT

Menurut Nanik, Program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menyiapkan generasi emas di masa depan. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak memandang program tersebut dari perspektif politik.

“Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029, mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima Program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita,” ujar Nanik.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, manfaat Program MBG tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani dan peternak lokal melalui meningkatnya penyerapan hasil produksi mereka.

Sebagai contoh, Nanik menyebut saat Program MBG berhenti sementara selama tiga pekan karena libur sekolah, banyak petani dan peternak mengeluhkan turunnya permintaan terhadap hasil pertanian dan peternakan mereka, sehingga harga komoditas ikut merosot.

ADVERTISEMENT

“Terbukti kemarin tiga minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh,” katanya.

Meski hanya memimpin BGN kurang dari dua bulan, Nanik mengaku telah meletakkan fondasi penting bagi pembenahan kelembagaan dan pelaksanaan Program MBG. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melakukan pergantian pejabat eselon I sebagai bagian dari reformasi tata kelola.

Pengunduran diri Nanik juga dikonfirmasi Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Ia menjelaskan Presiden Prabowo Subianto telah menerima keputusan Nanik untuk mengundurkan diri demi fokus menjalani pengobatan.

ADVERTISEMENT

“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza.

Menurutnya, selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik telah membongkar berbagai persoalan dan meletakkan dasar reformasi kelembagaan. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain mengevaluasi hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, serta menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang telah dinilai jenuh.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala BGN Agustina Arumsari sebelumnya memperkenalkan lima pejabat eselon I baru yang ditetapkan melalui keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kelembagaan BGN.

Agustina mengatakan penguatan struktur organisasi tersebut bertujuan menyempurnakan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar anggaran yang dikelola dapat digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

Meski telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya tetap sama, yakni memastikan Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia sekaligus mendukung kesejahteraan petani, peternak, dan masyarakat.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT