ADVERTISEMENT

Bupati Abdya Instruksikan Dinsos dan Baitul Mal Bantu Janda 3 Anak di Cot Mane

Bupati Abdya, Dr. Safaruddin. [Foto: Dok. Humas Pemkab Abdya].
Ringkasan Berita
  • Bupati Abdya Safaruddin menginstruksikan Dinsos dan Baitul Mal untuk segera membantu Nurlaila, janda tiga anak di Cot Mane yang hidup dalam keterbatasan.
  • Nurlaila mengalami kesulitan ekonomi sejak suaminya meninggal saat melaut pada 9 April 2026, dan kini menjadi tulang punggung keluarga.
  • Pemerintah daerah akan melakukan verifikasi kondisi rumah dan kebutuhan keluarga untuk penyaluran bantuan, termasuk program rumah layak huni.

Inisiatif Logo, Blangpidie — Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin menginstruksikan Dinas Sosial (Dinsos) dan Baitul Mal untuk turun langsung ke rumah Nurlaila (30), janda dengan tiga anak di Dusun Alue Badeuk, Gampong Cot Mane, Kecamatan Jeumpa.

Instruksi itu disampaikan setelah pemerintah daerah menerima informasi terkait kondisi Nurlaila yang hidup dalam keterbatasan, pasca meninggalnya sang suami.

ADVERTISEMENT

“Saya minta Dinsos dan Baitul Mal segera turun ke lapangan, pastikan yang bersangkutan tidak terabaikan. Jika memenuhi kriteria, segera salurkan bantuan,” kata Safaruddin, pada Senin (13/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir bagi warga yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan kaum duafa.

ADVERTISEMENT

“Anak-anak yatim tidak boleh merasa sendiri, kaum duafa tidak boleh terabaikan,” ujarnya.

Safaruddin menyebut, program bantuan sosial hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni selama ini terus didorong secara berkelanjutan. Ia memastikan kondisi Nurlaila akan segera diverifikasi oleh instansi terkait.

ADVERTISEMENT

“Nanti akan dicek langsung kondisi rumah dan kebutuhan keluarganya. Pemerintah akan memberi perhatian,” kata dia.

Ia juga meminta aparatur gampong proaktif melaporkan warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni agar dapat segera ditangani.

“Kita ingin memastikan dalam lima tahun ke depan tidak ada lagi warga Abdya yang tinggal di rumah tidak layak huni,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Nurlaila diketahui tinggal di rumah sederhana yang tidak layak huni bersama tiga anaknya. Kondisi itu dialami setelah suaminya, Yusman (45), meninggal dunia saat melaut pada 9 April 2026.

Sejak saat itu, Nurlaila menjadi satu-satunya penopang keluarga tanpa memiliki pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia masih bergantung pada bantuan keluarga dan tetangga.

Rumah yang ditempati berdinding papan lapuk dengan atap seng, serta berdiri di atas tanah milik orang tuanya. Di tengah keterbatasan, Nurlaila berharap dapat memperoleh pekerjaan agar bisa menghidupi ketiga anaknya.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup