Wabup Zaman Akli Bersilaturahmi dengan Nazhir Wakaf Baitul Asyi di Jeddah
- Wabup Abdya Zaman Akli bersilaturahmi dengan Nazhir Wakaf Baitul Asyi, Syaikh Dr. Abdurrahman Abdullah Ba'id Al-Asyi, di Jeddah.
- Pertemuan dihadiri ketua kloter dan pembimbing ibadah jamaah haji Aceh dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
- Silaturahmi tersebut menjadi momentum mengenang sejarah Wakaf Baitul Asyi yang telah membantu jamaah haji Aceh selama lebih dari dua abad.
, Jeddah – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), H. Zaman Akli, S.Sos., M.M., bersilaturahmi dengan Nazhir Wakaf Baitul Asyi, Syaikh Dr. Abdurrahman Abdullah Ba’id Al-Asyi, di kediamannya di Kota Jeddah, Arab Saudi, Kamis malam (4/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Zaman Akli didampingi Ketua Kloter BTJ 12, H. Adihar, S.Pd.I., M.A., bersama seluruh ketua kloter dan pembimbing ibadah (Bimbad) jamaah haji asal Aceh yang sedang bertugas di Tanah Suci.
Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Rombongan haji Aceh disambut langsung oleh Syaikh Dr. Abdurrahman Abdullah Ba’id Al-Asyi yang saat ini dipercaya sebagai Nazhir Wakaf Baitul Asyi, wakaf bersejarah peninggalan ulama dan dermawan Aceh, Habib Bugak Al-Asyi.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Syaikh Muhammad Ahmad Abdullah Ba’id Al-Asyi, abang kandung Syaikh Dr. Abdurrahman yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Haji dan Wakaf Kerajaan Arab Saudi. Hadir pula Khalid Al-Asyi, keponakan Syaikh Dr. Abdurrahman. Ketiganya merupakan keturunan Aceh yang hingga kini tetap menjaga hubungan historis dan kekeluargaan dengan tanah leluhur mereka.
Sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dari Aceh, keluarga Abdullah Ba’id Al-Asyi menjamu rombongan dengan beragam hidangan khas Timur Tengah. Menu yang disajikan antara lain Kabsah, Ausyal, Nasi Mandi, serta berbagai hidangan Arab lainnya yang dilengkapi daging kambing dan ayam utuh. Tersedia pula aneka hidangan pembuka seperti hummus, falafel, dan kurma.
Usai makan malam, kegiatan dilanjutkan dengan muzakarah dan sesi perkenalan antara Nazhir Wakaf Baitul Asyi dengan para ketua kloter dan pembimbing ibadah jamaah haji Aceh.
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga momentum untuk mengenang sejarah panjang Wakaf Baitul Asyi yang selama lebih dari dua abad telah memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh, khususnya jamaah haji dan para penuntut ilmu di Tanah Suci.
Wakaf Baitul Asyi merupakan warisan berharga yang ditinggalkan Habib Bugak Al-Asyi. Wakaf tersebut disahkan melalui akta wakaf tertanggal 18 Rabiul Akhir 1224 Hijriah atau 3 Juni 1809 Masehi oleh Qadhi Makkah Al-Musyarrafah, Syaikh Abdul Hafizh bin Darwisy Al-‘Ujaimi.
Sejak saat itu, pengelolaan wakaf terus berlanjut secara turun-temurun dalam keluarga Abdullah Ba’id Al-Asyi. Hingga kini, amanah tersebut tetap dijaga oleh keturunan pengelola sebelumnya dan mendapat pengakuan resmi dari Mahkamah Kerajaan Arab Saudi.
Saat ini, jabatan Nazhir Wakaf Baitul Asyi diemban oleh Syaikh Dr. Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Ghani bin Mahmud bin Abdul Ghani bin Umar bin Ahmad bin Abdullah Ba’id Al-Asyi, sebagai penerus Syaikh Dr. Munir bin Abdul Ghani Ba’id Al-Asyi.[]
