ADVERTISEMENT

ESDM Aceh Dukung Langkah Mualem Kawal Pengembangan Gas South Andaman

Kepala Dinas ESDM Aceh, Asnawi. [Foto: Dokpri].
Ringkasan Berita
  • ESDM Aceh mendukung langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengawal pengembangan gas South Andaman agar memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi masyarakat Aceh.
  • Pemerintah Aceh mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan gas di daratan KEK Arun sebagai upaya menciptakan lapangan kerja, investasi, dan pertumbuhan industri lokal.
  • South Andaman dinilai berpotensi menjadi motor kebangkitan ekonomi Aceh dan mengembalikan peran Lhokseumawe sebagai pusat industri energi di kawasan.

Inisiatif Logo, Banda Aceh — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam mengawal pengembangan Wilayah Kerja (WK) South Andaman agar memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi Aceh.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Asnawi, menegaskan keputusan Pemerintah Aceh meminta penundaan persetujuan Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan cadangan gas South Andaman tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

“Pemerintah Aceh harus memastikan setiap keputusan yang diambil memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Karena itu kami mendukung penuh langkah Bapak Gubernur Aceh Mualem dalam memperjuangkan konsep pengembangan yang berdampak besar bagi Aceh,” kata Asnawi, Selasa, (2/6/2026).

Menurutnya, South Andaman merupakan peluang besar bagi kebangkitan sektor energi dan industri Aceh. Karena itu, pengembangannya harus diarahkan untuk menciptakan nilai tambah di daerah, bukan sekadar menyalurkan hasil produksi keluar wilayah.

ADVERTISEMENT

Asnawi menilai pembangunan fasilitas pengolahan gas di daratan atau Onshore Processing Facility (OPF) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun menjadi pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan penggunaan fasilitas terapung atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO).

Selain memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia, pengolahan gas di daratan dinilai mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi baru, menggerakkan sektor jasa dan perdagangan, serta mendukung pertumbuhan industri hilir berbasis gas.

ADVERTISEMENT

“South Andaman berpotensi menjadi tonggak kebangkitan ekonomi Aceh. Jika pengolahannya dilakukan di Arun, maka Lhokseumawe berpeluang kembali menjadi pusat industri energi yang mampu menggerakkan perekonomian kawasan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa gas South Andaman harus diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan industri strategis di Aceh, termasuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), kawasan eks Arun, dan pengembangan kawasan industri lainnya.

Menurut Asnawi, manfaat sumber daya alam Aceh harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, pertumbuhan industri, dan bertambahnya pendapatan daerah.

ADVERTISEMENT

“Gas South Andaman harus menjadi kekuatan ekonomi rakyat Aceh. Manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya menghasilkan produksi energi,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui surat resmi kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI meminta penundaan persetujuan PoD I Lapangan Tangkulo hingga tercapai kesepahaman dengan Mubadala Energy terkait konsep pengembangan lapangan gas tersebut.

Pemerintah Aceh mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan gas di daratan yang terintegrasi dengan KEK Arun, sementara operator sebelumnya mengajukan skema FPSO yang dinilai memiliki dampak ekonomi lebih terbatas bagi Aceh.[]

Editor : Ikbal Fanika
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT