ADVERTISEMENT

Anak Muda Aceh Ciptakan Aceh AI, Kecerdasan Buatan Khusus Qanun dan UMKM Lokal

Gambar Pahlawan asal Aceh, Laksamana Malahayati dibuat menggunakan artificial intelligence (AI). [Foto Yofangga Rayson].
Ringkasan Berita
  • Adam Tri Wibowo mengembangkan Aceh AI, platform kecerdasan buatan yang dilatih menggunakan data khas Aceh, terutama qanun dan UMKM.
  • Aceh AI dirancang untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi hukum daerah dan mengenalkan produk-produk unggulan UMKM Aceh.
  • Pengembang berharap Aceh AI mendapat dukungan pemerintah sehingga menjadi bagian dari transformasi digital dan produk teknologi kebanggaan Aceh.

Inisiatif Logo, Banda Aceh – Provinsi Aceh kembali mencatatkan inovasi di bidang teknologi. Seorang anak muda Aceh, Adam Tri Wibowo, mengembangkan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bernama Aceh AI yang dirancang khusus untuk memahami berbagai pengetahuan lokal, mulai dari produk hukum berupa qanun hingga informasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Aceh AI dikembangkan sebagai upaya menghadirkan teknologi berbasis potensi daerah agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi khas Aceh melalui sistem kecerdasan buatan.

ADVERTISEMENT

“Jadi, Aceh AI ini kita buat supaya produk Aceh lokal itu bisa punya platform pencerdasan artificial teknologi yang kekinian. Selama ini AI yang ada bersifat umum, sementara kita ingin menghadirkan AI yang khusus Aceh dengan pengetahuan yang dilatih dari data-data Aceh, baik UMKM maupun produk hukumnya,” kata Adam, Kamis (16/7/2026).

Menurut Adam, pengembangan tahap awal Aceh AI difokuskan pada dua sektor utama, yakni qanun sebagai produk hukum khas Aceh dan informasi mengenai UMKM lokal.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, qanun merupakan produk hukum yang hanya dimiliki Aceh sehingga masih banyak masyarakat yang belum memahami substansi maupun isi dari setiap aturan yang telah diterbitkan.

Melalui Aceh AI, masyarakat nantinya cukup mengajukan pertanyaan dan sistem akan memberikan jawaban berdasarkan data qanun yang telah dipelajari.

ADVERTISEMENT

“Qanun hanya ada di Aceh. Masyarakat sering tidak mengetahui qanun apa saja yang telah diterbitkan. Nantinya model AI ini akan dilatih agar memiliki pengetahuan mengenai seluruh qanun yang berlaku di Aceh,” ujarnya.

Selain itu, Aceh AI juga akan menjadi pusat informasi produk-produk unggulan UMKM Aceh. Platform tersebut tidak hanya menampilkan nama produk, tetapi juga sejarah, filosofi, keunggulan, hingga informasi pendukung lainnya.

Produk-produk khas Aceh seperti kopi, kerajinan anyaman, tas, suvenir, dan berbagai hasil karya UMKM lainnya diharapkan dapat lebih mudah dikenal masyarakat maupun calon pembeli melalui teknologi AI.

ADVERTISEMENT

Untuk mendukung pengembangan sistem, tim Aceh AI berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah melalui penyediaan dataset atau data terbuka sebagai sumber pembelajaran kecerdasan buatan.

“Nanti datanya kita ambil dari beberapa dinas. Kita akan membangun kerja sama agar bisa memperoleh dataset yang terbuka dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran AI. Ini menjadi pilar utama agar Aceh AI memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Adam berharap Aceh AI dapat menjadi langkah awal transformasi digital di Aceh, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam pelayanan pemerintahan, pendidikan, hingga dunia kerja profesional.

Menurutnya, pengembangan teknologi AI di Aceh masih sangat terbatas sehingga dibutuhkan lebih banyak inovasi yang lahir dari putra-putri daerah.

“Kalau bukan sekarang kita membuatnya, siapa lagi? Kalau kita tidak membangun nama Aceh, siapa lagi yang akan mengangkatnya? Kita ingin menunjukkan bahwa Aceh mampu bersaing secara nasional maupun internasional melalui produk digital,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Aceh AI lahir dari pengalaman dan latar belakang pendidikannya di bidang komputer sejak jenjang vokasi hingga magister, serta pengalamannya mengembangkan berbagai aplikasi berbasis teknologi.

Ke depan, Adam berharap pengembangan Aceh AI mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak agar platform tersebut terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat serta menjadi salah satu produk digital kebanggaan Aceh.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT