ADVERTISEMENT

Trump Klaim AS Bisa Lumpuhkan Infrastruktur Iran dalam Dua Hari Jika Konflik Kembali Memanas

Donald Trump. [Foto: Aljazera].
Ringkasan Berita
  • Donald Trump mengklaim AS mampu melumpuhkan infrastruktur penting Iran dalam dua hari.
  • Trump menyebut AS sengaja menahan diri dengan tidak menghancurkan fasilitas vital Iran saat konflik.
  • Ia juga menegaskan Iran tidak boleh memiliki program nuklir meski lebih memilih penyelesaian damai.

Inisiatif Logo, Washington DC —  Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim negaranya mampu menghancurkan seluruh infrastruktur penting milik Iran hanya dalam waktu dua hari apabila konflik kedua negara kembali memanas.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara bersama Fox News pada Jumat (15/5), usai kunjungannya ke China. Dalam wawancara tersebut, Trump menegaskan kekuatan militer Amerika Serikat masih jauh lebih unggul dan mampu melumpuhkan fasilitas strategis Iran dalam waktu singkat.

ADVERTISEMENT

“Saya tidak meremehkan apa pun. Kami menghantam mereka dengan sangat keras,” kata Trump.

Trump mengungkapkan bahwa selama konflik berlangsung, Amerika Serikat disebut sengaja tidak menghancurkan seluruh fasilitas vital Iran.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, sejumlah infrastruktur seperti jembatan dan sistem kelistrikan masih dibiarkan tetap berfungsi sebagai bentuk penahanan diri Washington.

“AS membiarkan jembatan mereka, kami membiarkan kapasitas listrik mereka. Kami bisa melumpuhkan semua itu dalam dua hari. Semuanya,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tersebut kembali mempertegas sikap keras Trump terhadap Iran, terutama terkait isu keamanan dan program nuklir Teheran yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.

Dalam wawancara itu, Trump juga menyoroti proses diplomasi antara Washington dan Teheran yang menurutnya berjalan tidak konsisten dan sulit diprediksi.

Ia mengklaim Iran beberapa kali berubah sikap setelah pembicaraan dilakukan.

ADVERTISEMENT

“Mereka tadinya akan memberi kami semuanya, semua yang kami inginkan, dan setiap kali mereka membuat kesepakatan, keesokan harinya seolah-olah kami tidak pernah melakukan percakapan itu. Itu terjadi sekitar lima kali. Ada yang salah dengan mereka, sebenarnya mereka gila,” ucap Trump.

Meski melontarkan ancaman keras, Trump mengaku masih menginginkan penyelesaian damai dibanding konfrontasi militer terbuka.

“Ini bisa berakhir dengan kekerasan atau tanpa kekerasan, dan saya jauh lebih memilih tanpa kekerasan,” katanya.

Trump juga menepis anggapan bahwa kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran dipengaruhi agenda politik domestik menjelang pemilu sela AS pada November mendatang.

Ia menegaskan posisi Washington tetap sama, yakni menolak Iran memiliki program nuklir.

Hubungan Amerika Serikat dan Iran selama ini memang diwarnai ketegangan panjang, terutama terkait pengembangan nuklir, sanksi ekonomi, dan pengaruh geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan terbaru Trump diperkirakan kembali meningkatkan perhatian dunia internasional terhadap dinamika hubungan kedua negara yang kerap memicu kekhawatiran soal stabilitas kawasan global.[]

Editor : Ikbal Fanika
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup