ADVERTISEMENT

Bertahun-tahun Mangkrak, Wali Nanggroe Akan Perjuangkan Kelanjutan RS Regional Aceh Barat ke Presiden

Malik Mahmud Al Haythar meninjau pembangunan RS Regional Aceh Barat bersama Tarmizi, Minggu (17/5/2026). Wali Nanggroe menyatakan akan memperjuangkan kelanjutan proyek rumah sakit tersebut ke pemerintah pusat agar segera dapat difungsikan untuk masyarakat kawasan Barat Selatan Aceh. [Foto: Dok. Humas LWN].
Ringkasan Berita
  • Wali Nanggroe Aceh akan memperjuangkan kelanjutan pembangunan RS Regional Aceh Barat ke pemerintah pusat.
  • Malik Mahmud menilai rumah sakit tersebut strategis untuk layanan kesehatan masyarakat Barsela Aceh.
  • Pemerintah Aceh Barat menargetkan RS Regional Aceh Barat mulai difungsikan pada akhir 2028 jika dukungan anggaran terpenuhi.

Inisiatif Logo, Meulaboh — Malik Mahmud Al Haythar menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kelanjutan pembangunan RS Regional Aceh Barat kepada pemerintah pusat.

Sikap itu disampaikan setelah ia melihat langsung kondisi rumah sakit yang hingga kini belum rampung meski progres fisiknya disebut telah mencapai sekitar 50 persen.

ADVERTISEMENT

Saat melakukan kunjungan kerja bersama Tarmizi ke lokasi rumah sakit pada Minggu, 17 Mei 2026, Malik Mahmud mengaku prihatin melihat proyek besar yang dinilai sangat strategis bagi masyarakat kawasan Barat Selatan Aceh tersebut belum juga selesai.

“Saya melihat gedung ini luar biasa, cukup bagus. Konstruksinya bergaya Eropa dan menurut saya tidak kalah dengan yang ada di Eropa maupun Singapura,” kata Malik Mahmud.

ADVERTISEMENT

Di balik kekagumannya terhadap desain dan konstruksi bangunan, Wali Nanggroe mempertanyakan alasan pembangunan rumah sakit itu terhenti, padahal anggaran yang telah dikucurkan disebut cukup besar.

Menurutnya, kondisi bangunan yang terlalu lama terbengkalai berisiko mengalami kerusakan apabila tidak segera dilanjutkan.

ADVERTISEMENT

Karena itu, Malik Mahmud menegaskan dirinya akan berupaya mencari dukungan pemerintah pusat agar proyek RS Regional Aceh Barat bisa kembali berjalan.

Ia bahkan berencana mengupayakan pertemuan langsung dengan Presiden bersama Bupati Aceh Barat guna menyampaikan kondisi terkini rumah sakit tersebut sekaligus meminta dukungan percepatan pembangunan.

Selain itu, ia meminta agar disiapkan dokumentasi lengkap berupa video serta kronologi pembangunan sejak awal hingga kondisi terbaru sebagai bahan pertimbangan pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

Dirancang Kurangi Ketergantungan ke RSZA

Menurut Malik Mahmud, gagasan pembangunan RS Regional Aceh Barat sebenarnya telah dirintis sejak masa pemerintahan Zaini Abdullah.

Pada masa itu, pihak dari Jerman disebut siap memberikan dukungan, termasuk pembiayaan dan pelatihan tenaga medis dengan standar pelayanan Eropa.

Rumah sakit tersebut dirancang menjadi pusat layanan kesehatan modern bagi masyarakat Aceh, khususnya kawasan Barat Selatan, agar warga tidak lagi terlalu bergantung pada RSUD dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh.

“Yang terpenting sekarang adalah melanjutkan pembangunan demi masyarakat Aceh agar memperoleh layanan kesehatan yang layak sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan pembahasan terkait kelanjutan pembangunan rumah sakit saat ini masih berlangsung di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Aceh.

Ia berharap tahun ini tersedia alokasi minimal Rp50 miliar melalui APBA agar proyek tersebut tidak kembali tanpa anggaran.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mengusulkan skema multiyears dengan dukungan minimal Rp150 miliar ketika dana Otonomi Khusus kembali tersedia.

Menurut Tarmizi, apabila dukungan anggaran terpenuhi, RS Regional Aceh Barat ditargetkan mulai difungsikan pada akhir 2028.

“Jika tersedia tambahan sekitar Rp200 miliar lagi, fasilitas IGD, rawat inap hingga poli pelayanan dapat diselesaikan sepenuhnya,” kata Tarmizi.

Keberadaan rumah sakit ini dinilai sangat strategis karena nantinya akan melayani masyarakat di tiga kabupaten dalam kawasan Barat Selatan Aceh, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang lebih modern dan memadai bagi warga.[]

Editor : Ikbal Fanika
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup