ADVERTISEMENT

Empat Pelajar Aceh Raih Beasiswa ke Tiongkok, Disiapkan Dukung Hilirisasi Industri

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah. [Foto: Dok. Humas Aceh].
Ringkasan Berita
  • Empat pelajar Aceh meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Tiongkok.
  • Program ini bertujuan menyiapkan SDM Aceh yang unggul dan berdaya saing global untuk mendukung industrialisasi serta hilirisasi.
  • Sebelum kuliah, para penerima beasiswa akan mengikuti pelatihan intensif Bahasa Mandarin selama tiga bulan di Morowali.

Inisiatif Logo, Banda Aceh – Pemerintah Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program beasiswa luar negeri. Sebanyak empat pelajar terbaik Aceh mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di Sichuan Vocational College of Chemical Technology, Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan industri dan hilirisasi sumber daya alam di Aceh.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengatakan program tersebut merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi global dan siap berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

“Keberhasilan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh. Kami berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan kembali mengabdikan ilmunya untuk daerah,” kata Fadhlullah.

Empat pelajar penerima beasiswa tersebut adalah Enver Maula Aufasyah Putra dari SMAN 3 Banda Aceh, Maxalmina Mughayatsyah dari MAS Jeumala Amal Lueng Putu, Kabupaten Pidie Jaya, serta Muhammad Izyan Azhar dan Muhammad Badawi Fadillah dari SMKN 2 Banda Aceh.

ADVERTISEMENT

Sebelum memulai perkuliahan di Tiongkok pada September 2026, keempat pelajar tersebut akan menjalani pelatihan intensif Bahasa Mandarin selama tiga bulan di Morowali, Sulawesi Tengah. Program itu menjadi bekal agar mereka mampu mengikuti proses pembelajaran sekaligus beradaptasi dengan lingkungan akademik di Tiongkok.

Fadhlullah menegaskan, Aceh membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pendidikan tinggi, tetapi juga menguasai keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Menurutnya, keberadaan SDM yang kompeten menjadi faktor penting dalam mendukung agenda hilirisasi sumber daya alam yang tengah didorong pemerintah.

ADVERTISEMENT

“Putra-putri Aceh jangan hanya menjadi penonton dalam proses hilirisasi. Mereka harus menjadi pelaku utama yang mampu mengelola, mengembangkan, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan industri di daerah sendiri,” tegasnya.

Ia menilai program beasiswa tersebut menjadi langkah strategis untuk menyiapkan tenaga profesional yang nantinya mampu mengisi kebutuhan sektor industri, khususnya di bidang pengolahan sumber daya alam yang terus berkembang di Aceh.

Keberangkatan para penerima beasiswa dilepas oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (19/7/2026).

ADVERTISEMENT

Marthunis berpesan agar para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan belajar tersebut secara maksimal, menjaga nama baik Aceh dan Indonesia selama menempuh pendidikan, serta kembali membawa ilmu, pengalaman, dan teknologi yang dapat diterapkan untuk mempercepat pembangunan daerah.

Pemerintah Aceh optimistis program beasiswa luar negeri ini akan melahirkan generasi muda yang unggul, berdaya saing global, serta mampu menjadi motor penggerak industrialisasi dan hilirisasi di Aceh. Dengan bekal pendidikan internasional, para lulusan diharapkan menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah menuju industri yang lebih maju, mandiri, dan bernilai tambah.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT