ADVERTISEMENT

Pemerintah Aceh Percepat Realisasi TKD Rp824,9 Miliar untuk Rehabilitasi Pascabencana

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA. [Foto: Humas Aceh].
Ringkasan Berita
  • Pemerintah Aceh mempercepat pelaksanaan Tambahan TKD 2026 senilai Rp824,9 miliar yang mencakup 766 paket kegiatan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana hidrometeorologi.
  • Hingga 16 Juli 2026, sebanyak 346 paket kegiatan telah memasuki tahap pelaksanaan fisik, sementara 379 paket telah berkontrak dengan realisasi keuangan mencapai Rp98,79 miliar.
  • Sekda Aceh M. Nasir menegaskan Pemerintah Aceh terus melakukan monitoring terhadap seluruh SKPA agar pelaksanaan kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan mampu mempercepat pemulihan pascabencana serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif Logo, Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 guna mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengatakan percepatan pelaksanaan Tambahan TKD dilakukan sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melalui Surat Edaran Nomor 900.1.3/1084/SJ tentang Penyesuaian Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2026 dalam APBD bagi daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

“Pelaksanaan kegiatan terus kami percepat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata M. Nasir, Minggu (19/7/2026).

Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh mengalokasikan Tambahan TKD sebesar Rp824,90 miliar yang terbagi dalam 766 paket kegiatan dan dilaksanakan oleh 14 Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan rekapitulasi hingga 16 Juli 2026, sebanyak 346 paket kegiatan atau 45,2 persen dengan nilai Rp337,29 miliar atau 40,9 persen telah memasuki tahap pelaksanaan fisik.

Sementara itu, dari sisi pengadaan barang dan jasa, progres pelaksanaan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 447 paket atau 58,4 persen dengan nilai Rp570,92 miliar atau 69,2 persen telah menyelesaikan proses pemilihan penyedia.

ADVERTISEMENT

Selain itu, 379 paket kegiatan dengan nilai Rp546,25 miliar telah memasuki tahap penandatanganan kontrak. Dengan selesainya proses tersebut, pekerjaan fisik di lapangan diperkirakan akan terus meningkat dalam waktu dekat.

Dari sisi realisasi anggaran, Pemerintah Aceh telah membukukan realisasi keuangan sebesar Rp98,79 miliar atau 11,98 persen, dan angka tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring percepatan pelaksanaan kegiatan.

Pada tingkat kabupaten dan kota, realisasi Tambahan TKD tercatat mencapai Rp27,32 miliar atau 2,4 persen. Rinciannya meliputi sektor pendidikan sebesar Rp2,95 miliar, infrastruktur Rp6,94 miliar, pertanian Rp1,91 miliar, serta urusan pemerintahan lainnya sebesar Rp15,53 miliar.

ADVERTISEMENT

Secara keseluruhan, realisasi Tambahan TKD di tingkat provinsi mencapai 3,1 persen, sedangkan kabupaten dan kota berada di angka 2,4 persen. Pemerintah Aceh menilai capaian tersebut akan terus meningkat seiring rampungnya dokumen penganggaran dan proses pengadaan.

M. Nasir menegaskan Pemerintah Aceh terus melakukan monitoring dan pengendalian secara intensif terhadap seluruh SKPA pelaksana agar setiap kegiatan berjalan tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, Tambahan TKD Tahun Anggaran 2026 tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah Aceh optimistis seluruh kegiatan dapat diselesaikan sesuai target sehingga mampu mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar M. Nasir.

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT