ADVERTISEMENT

AS Akhiri Permusuhan dengan Iran, Trump: Ancaman Masih Ada

Presiden AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah upacara di Yerusalem pada 23 Mei 2017. [Foto: AP Photo].
Ringkasan Berita
  • Trump menyatakan permusuhan AS-Iran yang dimulai Februari 2026 telah berakhir.
  • Tidak ada baku tembak sejak gencatan senjata 7 April 2026.
  • Meski konflik mereda, AS tetap siaga karena ancaman Iran masih ada.

Inisiatif Logo, Washington Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan berakhirnya permusuhan dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Donald Trump dalam surat kepada Kongres, bertepatan dengan batas waktu 60 hari operasi militer tanpa otorisasi legislatif.

Trump menyebut, sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 7 April 2026, tidak ada lagi baku tembak antara kedua negara.

ADVERTISEMENT

“Pada 7 April 2026, saya memerintahkan gencatan senjata selama dua pekan. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang. Tidak ada baku tembak antara Pasukan Amerika Serikat dan Iran sejak 7 April 2026. Permusuhan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah berakhir,” kata Trump.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi dasar bagi pemerintah AS untuk menyatakan bahwa konflik telah selesai, meskipun sejumlah pihak masih mempertanyakan situasi di lapangan.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Iran tetap menjadi ancaman serius bagi keamanan Amerika Serikat dan sekutunya.

“Sejalan dengan itu, Departemen Perang terus memperbarui postur kekuatannya di wilayah tanggung jawab di sejumlah negara, sesuai kebutuhan dan kelayakan, untuk menghadapi ancaman dari Iran dan kelompok proksinya serta melindungi Amerika Serikat beserta sekutu dan mitranya,” demikian isi surat tersebut.

ADVERTISEMENT

Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun konflik terbuka telah mereda, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih berlanjut. Militer AS tetap mempertahankan kehadirannya dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi eskalasi.

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa meski tidak ada pertempuran langsung, aktivitas militer AS di kawasan masih berlangsung, termasuk penyesuaian kekuatan dan strategi pertahanan.

Dengan kondisi tersebut, berakhirnya permusuhan belum sepenuhnya menandai berakhirnya ketegangan antara kedua negara, melainkan fase baru yang lebih berhati-hati dalam dinamika hubungan AS dan Iran.

ADVERTISEMENT
Editor : Ikbal Fanika
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup