Baitul Mal Abdya Latih 63 Mualaf, Aqidah Dikuatkan Ekonomi Diberdayakan
- 63 mualaf mengikuti pembinaan yang memadukan penguatan aqidah dengan pelatihan kewirausahaan di Bapperida Abdya.
- Baitul Mal Abdya menegaskan pemberdayaan mualaf tidak cukup melalui santunan, tetapi harus diarahkan pada kemandirian ekonomi dan modal usaha.
- Pemkab Abdya berencana membangun Sentra Mualaf tahun depan dan menyiapkan anggaran pemberdayaan ekonomi melalui APBK-Perubahan 2026.
, Blangpidie – Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Barat Daya (Abdya) memperkuat pembinaan mualaf dengan menggabungkan penguatan aqidah dan pemberdayaan ekonomi. Sebanyak 63 mualaf mengikuti pelatihan pembinaan dan kewirausahaan yang digelar di Aula Tgk Dikila, Bapperida Abdya, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Staf Ahli Bupati Abdya, Nazaruddin, yang hadir mewakili Wakil Bupati Abdya Zaman Akli.
Dalam sambutan tertulis Wakil Bupati yang dibacakan Nazaruddin, pemerintah daerah menegaskan pembinaan mualaf tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperkuat pemahaman agama sekaligus kemampuan ekonomi keluarga.
“Proses setelah seseorang menjadi mualaf tidak berhenti pada perubahan keyakinan semata. Mereka tetap membutuhkan pendampingan berkelanjutan dan penerimaan yang hangat dari lingkungan sekitar,” ujar Nazaruddin.
Menurutnya, penguatan aqidah harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Para mualaf didorong terus memperdalam ilmu agama, memperkuat ibadah, serta berkonsultasi dengan ulama atau guru agama yang terpercaya.
Pemerintah daerah bersama Baitul Mal, ulama dan masyarakat juga diminta mengambil peran aktif agar para mualaf mendapatkan pendampingan dalam menjalani kehidupan setelah memeluk Islam.
Nazaruddin menegaskan, bantuan ekonomi bagi mualaf harus diarahkan menjadi bekal yang mampu meningkatkan kemandirian keluarga, bukan sekadar santunan.
“Jadikan kegiatan ini sebagai awal sinergi antara mualaf, pembimbing, Baitul Mal, pemerintah, dan masyarakat untuk saling menguatkan,” katanya.
Ketua BMK Abdya, Tgk Syamsul Qamar, mengatakan pemberdayaan mualaf harus menyentuh aspek kesejahteraan ekonomi. Menurutnya, perhatian terhadap mualaf tidak cukup hanya melalui pembinaan keagamaan, tetapi juga harus diarahkan agar mereka mampu membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri.
Syamsul menyebut Bupati Abdya Safaruddin memiliki komitmen untuk memperkuat kesejahteraan keluarga mualaf. Salah satu rencana yang disiapkan Pemkab Abdya adalah pembangunan Sentra Mualaf pada tahun depan.
“Bupati akan memberikan perhatian penuh, terutama terkait kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi keluarga mualaf,” kata Syamsul.
Sebagai bentuk dukungan, BMK Abdya juga akan mengalokasikan anggaran santunan dan pemberdayaan ekonomi bagi mualaf melalui bantuan modal usaha dalam APBK-Perubahan 2026.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengubah pola bantuan dari sekadar pemberian santunan menjadi dukungan yang mendorong mualaf memiliki usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Pelatihan tersebut menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang mencakup aspek keagamaan dan ekonomi.
Dewan Pengawas Baitul Mal Abdya, Tgk Muhammad Maimun, memberikan materi penguatan aqidah dan keagamaan.
Sementara Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Abdya, Zedi Saputra, memberikan materi tentang strategi membangun bisnis serta mekanisme mengakses pendampingan dan modal usaha dari pemerintah.
Adapun kiat sukses dan motivasi berwirausaha disampaikan perwakilan Kadin Abdya, Elizar Lizam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisioner Baitul Mal Abdya Salman Syarif, Asmaul Husna, Zulbaili dan Syamsuar Dana, anggota Dewan Pengawas Baitul Mal M. Ikbal Fanika, Kepala Sekretariat Bustari beserta jajaran.
Di akhir kegiatan, BMK Abdya menyerahkan souvenir kepada 63 peserta berupa mukena dan kain sarung untuk menunjang kebutuhan ibadah.[]


























Tinggalkan Balasan