Aliansi Pemuda Nilai Firdaus Noezula Layak Jabat Direktur Utama PT PEMA
- Aliansi Pemuda Peduli Aceh menilai Firdaus Noezula layak menjabat Direktur Utama PT PEMA karena dinilai memiliki kompetensi, integritas, dan pengalaman yang relevan.
- Firdaus disebut memiliki rekam jejak di pemerintahan, legislatif, serta pernah menjabat Komisaris Independen PT PEMA, sehingga memahami tata kelola dan arah bisnis perusahaan.
- Aliansi Pemuda berharap penetapan Direktur Utama PT PEMA dilakukan secara objektif, transparan, dan berbasis meritokrasi untuk memperkuat investasi serta meningkatkan kontribusi BUMD terhadap perekonomian Aceh.
, Banda Aceh – Aliansi Pemuda Peduli Aceh menilai Firdaus Noezula, S.T., M.Si., layak menjabat Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA.
Penilaian tersebut disampaikan di tengah kekosongan jabatan Direktur Utama yang dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat transformasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Aceh tersebut.
Koordinator Aliansi Pemuda Peduli Aceh, Muhammad Afdal, mengatakan PT PEMA membutuhkan pemimpin yang memiliki kapasitas manajerial, memahami arah pembangunan daerah, menguasai tata kelola perusahaan, serta mampu membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, dan investor.
Menurutnya, PT PEMA memiliki peran strategis sebagai instrumen Pemerintah Aceh dalam mendorong investasi, meningkatkan nilai ekonomi daerah, serta memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, proses penentuan Direktur Utama harus mengedepankan kompetensi, integritas, dan rekam jejak.
“PT PEMA bukan sekadar perusahaan daerah, tetapi instrumen strategis Pemerintah Aceh dalam menciptakan nilai ekonomi, menarik investasi, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Karena itu, perusahaan ini membutuhkan pemimpin yang memiliki visi, pengalaman, dan kemampuan membangun kolaborasi lintas sektor,” kata Muhammad Afdal di Banda Aceh, Kamis (6/8/2026).
Afdal menilai Firdaus Noezula memenuhi kriteria tersebut. Ia menyebut Firdaus memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, legislatif, organisasi, dan tata kelola perusahaan yang menjadi modal penting dalam memimpin PT PEMA.
Firdaus merupakan lulusan Teknik Informatika Universitas Malikussaleh dan meraih gelar Magister Sains Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan di IPB University. Latar belakang akademik tersebut dinilai memberikan pemahaman yang kuat mengenai perencanaan pembangunan, strategi investasi, dan pengembangan daerah.
Dalam perjalanan kariernya, Firdaus pernah menjabat sebagai Tenaga Ahli Bupati Aceh Utara dan Tenaga Ahli DPR RI. Ia juga pernah dipercaya sebagai Komisaris Independen PT PEMA, sehingga dinilai memahami tata kelola perusahaan, arah bisnis, serta tantangan yang dihadapi BUMD tersebut.
Menurut Afdal, pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi PT PEMA yang saat ini menghadapi peluang investasi di sektor energi, hilirisasi industri, dan pengembangan kawasan ekonomi.
“Direktur Utama PT PEMA ke depan harus mampu membaca peluang investasi, memperkuat kemitraan strategis, serta menjaga tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Tantangan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang adaptif dan memiliki jejaring yang kuat,” ujarnya.
Selain pengalaman profesional, Firdaus juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan pengembangan sumber daya manusia. Kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai menjadi nilai tambah dalam memperkuat peran PT PEMA sebagai penggerak pembangunan ekonomi Aceh.
Meski memberikan dukungan kepada Firdaus Noezula, Muhammad Afdal menegaskan bahwa penetapan Direktur Utama PT PEMA tetap menjadi kewenangan pemegang saham sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Ia berharap proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan mengedepankan prinsip meritokrasi agar menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu melanjutkan transformasi perusahaan, meningkatkan daya saing, memperkuat investasi, serta meningkatkan kontribusi PT PEMA terhadap Pendapatan Asli Daerah dan pertumbuhan ekonomi Aceh.[]























Tinggalkan Balasan