Tugu Cerana Tinggal Kenangan, Pemkab Abdya Bangun Ikon Baru Bernama Tugu Sigupai
- Pemkab Aceh Barat Daya akan mengganti Tugu Cerana di pusat Kota Blangpidie dengan Tugu Sigupai sebagai ikon baru yang merepresentasikan identitas Bumoe Breuh Sigupai.
- Pembangunan Tugu Sigupai merupakan bagian dari Program MEUSYUHU yang berfokus pada pengembangan infrastruktur terintegrasi dan penataan kawasan perkotaan yang lebih modern.
- Meski digantikan, Tugu Cerana tetap akan dikenang sebagai bagian dari sejarah Blangpidie, sementara Tugu Sigupai diharapkan menjadi simbol kemajuan dan transformasi Abdya di masa depan.
, Blangpidie — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mulai melakukan transformasi besar di kawasan pusat Kota Blangpidie. Tugu Cerana yang selama ini menjadi salah satu landmark utama kota akan digantikan dengan Tugu Sigupai, ikon baru yang diharapkan merepresentasikan identitas dan semangat kemajuan daerah.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Abdya memperkuat identitas daerah yang dikenal sebagai Bumoe Breuh Sigupai, sekaligus menghadirkan wajah perkotaan yang lebih modern, tertata, dan memiliki daya tarik visual yang kuat.
Tugu Cerana selama ini berdiri di simpang utama pusat Kota Blangpidie, tepatnya di pertemuan Jalan Persada, Jalan Sentral, dan Jalan Attaqwa. Lokasi tersebut merupakan salah satu titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Keberadaan Tugu Cerana juga telah menjadi bagian dari sejarah Abdya sejak daerah itu masih berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Aceh Selatan.
Namun, seiring perkembangan daerah dan kebutuhan penataan kawasan perkotaan, pemerintah menilai diperlukan simbol baru yang lebih mencerminkan karakter dan identitas Abdya saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Rahwadi, ST, mengatakan pembangunan Tugu Sigupai merupakan bagian dari implementasi misi Pemakmue Nanggroe melalui Program MEUSYUHU, yang berfokus pada pembangunan infrastruktur terintegrasi dan pengembangan kawasan perkotaan.
“Program MEUSYUHU fokus pada pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dan memadai, serta pengembangan kawasan perkotaan baru,” kata Rahwadi, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, Tugu Cerana selama ini merepresentasikan identitas lama pusat Kota Blangpidie. Sementara Tugu Sigupai dirancang sebagai simbol semangat baru Abdya yang menggabungkan nilai budaya lokal dengan sentuhan arsitektur modern.
“Tugu Sigupai diharapkan hadir sebagai simbol semangat baru Kabupaten Abdya. Desainnya menggabungkan nilai budaya lokal dengan pendekatan arsitektur yang lebih modern, sehingga tidak hanya menjadi penanda kota, tetapi juga menjadi wajah baru daerah yang membanggakan,” ujarnya.
Rahwadi menjelaskan, pembangunan Tugu Sigupai merupakan tindak lanjut dari sayembara desain bangunan strategis yang sebelumnya digelar pemerintah daerah. Selain tugu, sayembara tersebut juga mencakup desain gerbang perbatasan Abdya.
Sebagai daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Selatan, Nagan Raya, dan Gayo Lues, Abdya dinilai perlu memiliki identitas visual yang kuat untuk mempertegas karakter daerah di mata masyarakat maupun pendatang.
Meski akan digantikan, Rahwadi menegaskan Tugu Cerana tetap menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Kota Blangpidie. Keberadaannya akan tetap dikenang sebagai salah satu simbol yang pernah mewarnai perkembangan daerah.
“Pergantian dari Tugu Cerana menuju Tugu Sigupai adalah perjalanan antara menjaga memori masa lalu dan menyambut masa depan. Tugu lama akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah Blangpidie,” katanya.
Ia berharap kehadiran Tugu Sigupai nantinya tidak hanya menjadi landmark baru, tetapi juga menjadi simbol transformasi Abdya menuju daerah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.
“Tugu Sigupai diharapkan menjadi simbol kemajuan dan transformasi Abdya menuju kota yang lebih maju dan berdaya saing,” pungkas Rahwadi.[]
