ADVERTISEMENT

SBA Ungkap Kelangkaan Semen di Aceh, Permintaan Melonjak Pascabencana

Semen Andalas. [Foto: Istimewa].
Ringkasan Berita
  • SBA mengakui kelangkaan semen di Aceh terjadi akibat lonjakan permintaan setelah proses pemulihan pascabencana dimulai.
  • Pasokan diperkuat dari luar Aceh, antara lain dari Padang dan Narogong, Jawa Barat, untuk membantu memenuhi kebutuhan pasar.
  • Pengiriman SBA mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara distribusi terus diperkuat agar pasokan semen lebih merata di seluruh Aceh.

Inisiatif Logo, Banda Aceh – PT Solusi Bangun Andalas (SBA) mengakui kelangkaan semen yang terjadi di Aceh dipicu lonjakan permintaan yang meningkat tajam setelah bencana alam melanda sejumlah wilayah pada November 2025.

General Manager PT SBA, R. Adi Santosa, mengatakan kebutuhan semen meningkat seiring dimulainya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kondisi itu diperparah dengan meningkatnya aktivitas pembangunan pemerintah dan perbaikan rumah masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Kalau dari isu yang beredar di masyarakat ada kelangkaan semen. Memang nyatanya seperti itu. Karena semen itu kan industri yang statis, tidak gampang menaikkan volume,” kata Adi dalam dialog bersama RRI Banda Aceh, Kamis (6/8/2026).

Menurut Adi, sebelum bencana, permintaan semen di Aceh relatif stabil. Namun setelah proses pemulihan dimulai, kebutuhan meningkat secara signifikan dalam waktu bersamaan.

ADVERTISEMENT

Selain kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi, permintaan semen juga terdorong sejumlah program pemerintah, termasuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Sekolah Rakyat.

Masyarakat yang mulai memperbaiki rumah secara mandiri setelah kondisi cuaca membaik turut meningkatkan tekanan terhadap pasokan semen di pasar.

ADVERTISEMENT

“Di waktu yang bersamaan mereka butuh semen. Sebatas yang bisa kita lakukan adalah kita berproduksi semaksimal mungkin dan itu yang kita distribusikan ke pasar,” ujar Adi.

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, SBA berkoordinasi dengan induk perusahaan, Semen Indonesia Group, untuk mendapatkan tambahan semen dari sejumlah pabrik di luar Aceh.

Pasokan tambahan tersebut antara lain didatangkan dari Padang dan Narogong, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

“Kadang kita dapat support dari Padang, kadang dari Narogong, Jawa Barat untuk membantu mengatasi kelangkaan semen di Aceh,” kata Adi.

SBA juga meminta distributor memastikan penyaluran semen dilakukan secara merata ke berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan agar kelangkaan tidak hanya berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

“Kami minta teman-teman distributor itu baginya juga rata, biar kelangkaan itu tidak spot,” ujarnya.

Selain lonjakan permintaan, distribusi semen ke sejumlah wilayah Aceh juga menghadapi kendala akibat kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

Adi menjelaskan, kendaraan pengangkut semen terkadang tidak dapat melintasi jembatan tertentu karena keterbatasan daya dukung. Akibatnya, muatan harus dipindahkan ke kendaraan yang lebih kecil sebelum melanjutkan perjalanan.

Kondisi tersebut membuat waktu distribusi menjadi lebih panjang sekaligus meningkatkan biaya pengiriman.

Meski menghadapi berbagai kendala, Adi memastikan operasional pabrik SBA tetap berjalan dan perusahaan terus berupaya memaksimalkan produksi serta pengiriman ke pasar.

Saat ini, pengiriman semen dari SBA disebut telah mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Peningkatan tersebut menjadi bagian dari upaya SBA menjaga ketersediaan semen di Aceh di tengah tingginya kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana serta berbagai program pembangunan pemerintah.

Adi menegaskan, perusahaan akan terus mengoptimalkan produksi dan memperkuat pasokan dari luar Aceh agar kebutuhan masyarakat dan pembangunan dapat terpenuhi di tengah lonjakan permintaan.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT