Lima Kali Tertunda, PBVSI Pusat Restui KONI Aceh Ambil Alih Pra-PORA Voli
- Pra-PORA Voli Aceh lima kali tertunda dan menjadi satu-satunya cabang olahraga PORA XV yang belum menggelar seleksi daerah hingga batas akhir Juni 2026.
- PP PBVSI merestui KONI Aceh mengambil alih pelaksanaan Pra-PORA Voli setelah pertemuan di Jakarta pada 20 Agustus 2026.
- Antusiasme peserta langsung meningkat, dengan 18 kabupaten/kota telah mendaftar meski kuota hanya 14 tim. Pertandingan akan digelar di Jantho, Aceh Besar.
, Banda Aceh – Kebuntuan pelaksanaan Pra-Pekan Olahraga Rakyat Aceh (Pra-PORA) cabang olahraga bola voli akhirnya menemui titik terang. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) memberikan persetujuan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh untuk mengambil alih pelaksanaan Pra-PORA Voli menuju PORA XV di Aceh Jaya.
Keputusan tersebut diambil setelah pertemuan Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Aceh, HT Rayuan Sukma, bersama Wakil Ketua Organisasi Pengprov PBVSI Aceh, H Musa Bintang, dengan jajaran PP PBVSI di Kantor PP PBVSI, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PP PBVSI Purnama S Yamil, Kepala Bidang Perwasitan Sujianto dan anggota Bidang Organisasi Emil.
Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Aceh, HT Rayuan Sukma, mengatakan persetujuan tersebut diberikan setelah pihaknya menjelaskan kondisi pelaksanaan Pra-PORA Voli di Aceh kepada PP PBVSI.
“Alhamdulillah, PP PBVSI mengerti kondisi riil voli di Aceh. Kami jelaskan apa adanya, tidak kami lebih-lebihkan, tidak kami kurangi,” kata Rayuan setelah pertemuan.
Lima Kali Tertunda
Rayuan mengungkapkan Pra-PORA Voli telah lima kali mengalami penundaan dan belum terlaksana hingga batas akhir Juni 2026.
Kondisi tersebut membuat bola voli menjadi satu-satunya cabang olahraga dari seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan pada PORA XV yang belum menggelar seleksi daerah.
Atas kondisi tersebut, KONI Aceh memutuskan mengambil alih pelaksanaan Pra-PORA Voli untuk memastikan proses seleksi atlet berjalan dan agenda menuju PORA XV tidak kembali tertunda.
“Pihak PP PBVSI akhirnya menyetujui, pelaksanaan Pra-PORA voli diambil alih KONI Aceh demi kelancaran PORA itu sendiri,” tegas Rayuan.
Dengan persetujuan tersebut, KONI Aceh kini memiliki dasar persetujuan dari PP PBVSI untuk menangani pelaksanaan Pra-PORA Voli yang sebelumnya mengalami kebuntuan.
Meski memberikan persetujuan, PP PBVSI menitipkan perhatian khusus terhadap perangkat pertandingan, terutama wasit.
Rayuan mengatakan PP PBVSI meminta agar wasit yang ditugaskan memiliki kompetensi dan integritas sehingga pertandingan berlangsung secara profesional dan terhindar dari persoalan nonteknis.
“Jangan sampai ada drama non-teknis di lapangan. Mereka tidak mau ambil risiko jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Rayuan memastikan pihaknya telah berkomitmen menghadirkan wasit yang kompeten dan berintegritas.
“Kami sudah berjanji, wasit yang memimpin benar-benar kompeten, berintegritas, sehingga pertandingan enak ditonton dan jauh dari aroma tidak fair play,” katanya.
Persetujuan PP PBVSI terhadap pengambilalihan tersebut langsung diikuti meningkatnya minat kabupaten/kota untuk mengikuti Pra-PORA Voli.
Ketua Panitia Pelaksana Pra-PORA Voli, Saiful Hazainun, mengatakan hingga Kamis sore sebanyak 18 kabupaten/kota telah mendaftarkan tim.
Padahal, kuota peserta yang disiapkan hanya 14 tim dan pendaftaran baru akan ditutup pada 24 Agustus 2026.
“Kuota Pra-PORA hanya 14 tim, tapi pendaftar sudah melebihi kuota. Angka finalnya kita lihat saat penutupan,” kata Saiful didampingi Ketua Bidang Perwasitan, Khairul.
Pra-PORA Voli akan dipusatkan di Gedung JSC, Kota Jantho, Aceh Besar. Pertandingan mencakup nomor voli indoor dan voli pasir untuk kategori putra dan putri.
Sejumlah daerah yang telah menyatakan siap mengikuti ajang tersebut antara lain Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, Simeulue, Banda Aceh, Langsa dan Lhokseumawe.
Dengan adanya persetujuan PP PBVSI dan pengambilalihan oleh KONI Aceh, pelaksanaan Pra-PORA Voli kini memasuki tahap persiapan akhir.[]


























Tinggalkan Balasan