RSUD Teungku Peukan Abdya Jadi Rumah Sakit Pendidikan Urologi USK, Ini Dampaknya
- RSUD Teungku Peukan Abdya resmi menjadi wahana pendidikan PPDS Urologi USK.
- Kehadiran dokter residen meningkatkan kualitas layanan medis, khususnya urologi.
- Program bersifat rotasi dan baru dijalankan di dua rumah sakit di Aceh.
, Blangpidie — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teungku Peukan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus menunjukkan progres dalam pengembangan layanan kesehatan. Terbaru, rumah sakit ini resmi menjadi wahana pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi Universitas Syiah Kuala (USK).
Direktur RSUD Teungku Peukan Abdya, dr. Ismail Muhammad, Sp.B, menegaskan bahwa kehadiran program ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan medis sekaligus mendukung pendidikan kedokteran di daerah.
Dalam implementasinya, RSUD Teungku Peukan menerima satu peserta PPDS Urologi dari USK, yakni dr. Muyasir yang saat ini tengah menempuh pendidikan spesialis di bidang urologi.
“Selama menjalani masa pendidikan, dr. Muyasir akan terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat di bawah bimbingan dokter spesialis urologi, dr. Irfansyah, Sp.U,” kata Ismuha—sapaan akrab dr. Ismail Muhammad kepada Serambinews.com, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran program PPDS ini tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu layanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan adanya dokter residen, lanjutnya, pelayanan medis khususnya di bidang urologi dapat berjalan lebih optimal, cepat, dan komprehensif.
“Ini adalah langkah strategis bagi RSUD-TP dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan. Selain itu, masyarakat juga akan merasakan langsung dampaknya melalui pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ismuha menjelaskan bahwa PPDS merupakan bagian dari sistem pendidikan dokter spesialis, di mana dokter umum menjalani pendidikan lanjutan sambil melakukan praktik langsung di rumah sakit pendidikan.
“Kehadiran program ini menandakan bahwa RSUD-TP telah memenuhi standar sebagai rumah sakit jejaring pendidikan yang mampu mendukung proses pembelajaran klinis secara profesional,” imbuhnya.
Ia menambahkan, program ini bersifat rotasi. Setiap peserta PPDS akan bertugas selama kurang lebih delapan minggu sebelum digantikan oleh residen lainnya yang dikirim dari Banda Aceh.
“Saat ini, hanya terdapat dua rumah sakit di Aceh yang telah menyelenggarakan program PPDS Urologi USK, yaitu RS Cut Meutia Aceh Utara dan RSUD-TP Abdya,” ucapnya.
Dengan dimulainya program ini, RSUD Teungku Peukan Abdya diharapkan terus berkembang sebagai pusat layanan kesehatan unggulan sekaligus menjadi wahana pendidikan yang mampu melahirkan tenaga medis spesialis yang kompeten dan berdaya saing.
