Pecahkan Rekor MURI, Pemkab Abdya Bakar 15 Ribu Batang Lemang
- Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar pembakaran massal 15 ribu batang lemang dalam acara Meuseuraya Toet Leumang di bantaran Sungai Krueng Beukah, Blangpidie, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-24 Abdya.
- Kegiatan ini melibatkan 152 gampong, SKPK, BUMN, BUMD, hingga organisasi masyarakat, serta dimeriahkan ratusan pelaku UMKM dan penyediaan 34 ribu bungkus tape, dengan target memecahkan Rekor MURI.
- Selain melestarikan tradisi kuliner khas Aceh, kegiatan ini diharapkan mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui meningkatnya kebutuhan bahan baku lemang serta menjadi ajang promosi potensi daerah Abdya.
, Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar pembakaran 17 ribu batang lemang secara massal dalam kegiatan bertajuk Meuseuraya Toet Leumang, Sabtu (25/4/2026).
Tradisi kuliner khas Aceh ini dipusatkan di bantaran Sungai Krueng Beukah, Kecamatan Blangpidie, dan menjadi salah satu agenda peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Abdya.
Amatan di lokasi, sejak pagi, suasana di lokasi kegiatan tampak semarak. Ribuan batang bambu berisi lemang berjejer rapi di sepanjang jalan menuju Kantor Dinas Pendidikan Abdya.
Asap pembakaran mengepul, sementara warga dari berbagai penjuru memadati area untuk menyaksikan langsung proses memasak makanan tradisional tersebut.
Ratusan pelaku UMKM juga terlihat menjajakan aneka makanan dan minuman di lokasi kegiatan Meuseuraya Toet Lemang di Bantaran Sungai Krueng Beukah tersebut.
Selain lemang, panitia juga menyiapkan 34 ribu bungkus tape sebagai pelengkap.
Lemang yang terbuat dari beras ketan dan santan dimasak dalam bambu berlapis daun pisang, kemudian dibakar.
Sementara tape berasal dari fermentasi beras ketan yang dibungkus daun pisang, dan lazim disajikan bersama lemang dalam tradisi masyarakat Aceh.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga organisasi masyarakat dan kepemudaan.
Sebanyak 152 gampong di Abdya turut ambil bagian dalam menyukseskan agenda budaya tersebut.
Ketua Panitia HUT ke-24 Abdya, Jufri Yusuf, menyebutkan jumlah lemang yang dibakar mencapai 17 ribu batang.
“Lemang yang akan di bakar pada tanggal 25 April 2026 itu sebanyak 17 ribu batang. Pemerintah Abdya ingin cetak rekor muri,” kata Jufri Yusuf.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi daerah.
Selain lemang, panitia juga menyediakan tape dalam jumlah besar sebagai sajian pelengkap dari lemang sebagai tradisi kuliner lokal.
“Makan lemang tanpa tape itu tidak lengkap. Karena ini sudah menjadi tradisi kita di Aceh, khususnya Abdya,” ucap Jufri.
Menurut dia, penyediaan lemang dan tape dalam skala besar juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kebutuhan bahan baku meningkat signifikan, mulai dari beras ketan, bambu, kelapa, hingga daun pisang.
“Dalam event ini setidaknya memerlukan 7,5 ton beras ketan, 17 ribu potong bambu, hampir puluhan ribu kelapa, dan daun pisang untuk keperluan lemang dan tape,” ucap Jufri.
Lebih lanjut, Jufri menegaskan bahwa peringatan HUT Abdya dirancang tidak sekadar seremonial.
“Sesuai arahan Pak Bupati, HUT Abdya dioptimalkan dengan berbagai event, sehingga adanya perputaran uang di tengah masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap rangkaian kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat promosi potensi daerah.
“Kegiatan ini juga sebagai ajang promosi daerah sekaligus membangkitkan ekonomi lokal,” pungkas Jufri.[]
