Dapat Dukungan Mayoritas, Abi Roni Jadi Ketua FPTI Aceh 2025–2029
- Abi Roni terpilih aklamasi sebagai Ketua FPTI Aceh 2025–2029.
- Ia mendapat dukungan mayoritas pengurus cabang tanpa pesaing.
- Fokus pada pembenahan organisasi dan peningkatan prestasi atlet menuju PON 2028.
, Banda Aceh — Roni Guswandi atau akrab disapa Abi Roni resmi memimpin Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh periode 2025–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Sekretariat KONI Aceh, Jumat (1/5/2026).
Pemilihan berlangsung tanpa pesaing setelah Abi Roni menjadi calon tunggal dengan dukungan mayoritas Pengurus Cabang (Pengcab) FPTI se-Aceh. Musprov diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari pengurus provinsi dan perwakilan kabupaten/kota.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua KONI Aceh T. Rayon Sukma serta Dadang Sukandar dari PP FPTI yang mengikuti secara virtual. Proses musyawarah berlangsung lancar hingga menetapkan Abi Roni sebagai ketua umum terpilih.
Dalam sambutannya, Abi Roni menegaskan bahwa dinamika yang terjadi selama proses pencalonan harus segera diakhiri demi soliditas organisasi.
“Dinamika sangat normatif terjadi dimana saja, apalagi disebuah organisasi. Makanya hari ini dengan suasana baru dan dengan keputusan baru Abi bermohon untuk semua para senior dan keluarga besar FPTI dinamika hari ini berakhir, sesudah Musprov kita hari ini tidak ada yang namanya kubu-kubuan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada para senior yang telah membangun tradisi organisasi yang sehat dalam FPTI Aceh.
“FPTI Aceh adalah rumah besar para pemanjat tebing. PON XXII tahun 2028 akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah bersama. Kita berharap, dalam waktu dekat ini perlu kita duduk dan bicara apa yang harus kita lakukan mengingat potensi kita sangat besar di FPTI,” ujarnya.
Mengusung visi “membangun tata kelola organisasi menuju prestasi nasional”, Abi Roni menargetkan pembenahan sistem organisasi serta peningkatan kualitas pembinaan atlet. Sejumlah misi yang diusung mencakup pengelolaan organisasi berbasis AD/ART, perencanaan siklus kompetisi, pembinaan atlet secara berkala, hingga peningkatan kualitas tim teknis seperti pelatih, pembuat jalur, dan juri.
Di akhir pernyataannya, Abi Roni juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang telah berkontribusi dalam pengembangan olahraga panjat tebing di Aceh.
“Apapun hal yang baik yang telah dijalankan oleh pengurus yang lalu itu akan kita lanjutkan dan akan kita tingkatkan kembali pada periode selanjutnya. Kita perlu kerja keras dan semangat besar untuk wujudkan FPTI Aceh yang semangkin berkembang,” pungkasnya.[]
