Rozal Nawafil Asal Abdya Menangkan Sayembara Logo Universitas Internasional PERTI
- Rozal Nawafil, kader PERTI asal Aceh Barat Daya, ditetapkan sebagai pemenang sayembara logo Universitas Internasional PERTI (UIP) pada Milad ke-98 PERTI.
- Logo karya Rozal mengusung filosofi pendidikan Islam berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah dengan orientasi global dan tetap berakar pada budaya Melayu.
- Prestasi ini menjadi simbol kontribusi kader muda PERTI dalam mendukung pembangunan institusi pendidikan tinggi menuju level internasional.
, Blangpidie — Kader PC Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Aceh Barat Daya, Rozal Nawafil, S.Tr.IP ditetapkan sebagai pemenang Sayembara Logo Universitas Internasional Perti (UIP). Pengumuman tersebut disampaikan pada malam Syukuran dan Milad ke-98 PERTI, Selasa (5/5/2026).
Penetapan pemenang didasarkan pada Keputusan Yayasan Ahlussunnah wal Jamaah Tarbiyah Nomor: Kep.02/YAWT/V/2026 tentang Penetapan Pemenang Sayembara Logo Universitas Internasional Perti.
Momentum ini menjadi bagian penting dalam pendirian Universitas Internasional Perti sebagai institusi pendidikan tinggi berbasis nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sebelumnya, pada 17 Desember 2025, Direktur Lembaga Penyelenggaraan Pendidikan PERTI Nasional (LP3N) Prof H Abdul Somad Lc DESA PhD bersama Ketua Umum PP PERTI Buya Drs HM Syarfi Hutauruk MM, secara resmi mencanangkan pendirian UIP di Pekanbaru. Kampus ini berdiri di atas lahan seluas 14 hektare yang dihibahkan oleh H Saleh Djasit, mantan Gubernur Riau, berlokasi di Jalan Bupati, Kabung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Kegiatan Milad ke-98 PERTI sendiri dilaksanakan secara hybrid dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube LP3N TV. Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Dr Ir H Gamal Abdul Nasir MM dilanjutkan khutbah Milad oleh Prof Abdul Somad, sambutan Ketua Umum PP PERTI Buya Syarfi Hutauruk, serta pembacaan doa oleh Tgk H Muhammad Faisal MA bin Sanusi bin Syekh Muhammad Hasan Krueng Kalee. Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi Milad oleh Prof Dr H Alaiddin Koto MA.


Rozal Nawafil sendiri dikenal sebagai kader muda PERTI asal Aceh Barat Daya yang aktif sejak di Organisasi Pelajar Islam (OPI) yang merupakan organisasi serumpun PERTI di tingkat pelajar, kala itu Rozal tercatat sebagai siswa SMA Tunas Bangsa Abdya.
Dalam pengembangan organisasi secara nasional, Rozal ikut terlibat dalam pembentukan Kesatuan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (KMTI) pada 24 Oktober 2022. KMTI adalah organisasi serumpun PERTI ditingkat mahasiswa yang merupakan fusi dari Kesatuan Mahasiswa Islam (KMI) dan Ikatan Mahasiswa Tarbiyah Islamiyah (IMTI).
Dalam karya logo yang mengantarkannya sebagai pemenang, Rozal mengusung filosofi mendalam tentang cita-cita pendidikan tinggi Islam. Lambang tersebut merepresentasikan universitas yang berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, berakar pada fikrah, amaliah, dan harakah PERTI, serta memiliki visi internasional dengan tetap menjunjung tinggi budaya Melayu Nusantara.
Elemen utama berupa masjid melambangkan Islam sebagai fondasi seluruh aktivitas akademik—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—yang berlandaskan iman, Islam, dan ihsan. Di bagian puncak, bulan dan bintang berwarna merah menggambarkan nilai keislaman universal sekaligus semangat perjuangan dan keberanian intelektual dalam membela aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
Menara dalam logo mencerminkan dakwah dan ketinggian visi keilmuan, sementara kitab terbuka melambangkan tradisi intelektual yang mengintegrasikan khazanah klasik (turats) dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Bola dunia menunjukkan orientasi global UIP sebagai institusi pendidikan Islam yang berdaya saing internasional.
Selain itu, ornamen selembayung menegaskan identitas budaya Melayu yang menjunjung tinggi adab, kehormatan, dan kearifan lokal. Tiga bintang yang terdapat dalam lambang melambangkan tiga pilar utama perjuangan UIP, yakni tarbiyah, dakwah, dan amal sosial.
Adapun penggunaan warna memiliki makna filosofis tersendiri: hijau melambangkan pertumbuhan dan keberlanjutan, emas mencerminkan kemuliaan dan keunggulan, putih menggambarkan kemurnian dan ketulusan, serta hitam melambangkan keteguhan dan kedalaman intelektual.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga simbol kontribusi kader muda PERTI dalam membangun peradaban pendidikan Islam yang berakar kuat pada tradisi, sekaligus mampu menjawab tantangan global menuju satu abad PERTI.[]
