DPRK Minta Pemko Banda Aceh Anggarkan Perawatan Rusunawa Keudah
- DPRK Banda Aceh mendesak anggaran perawatan Rusunawa Keudah yang rusak.
- Banyak fasilitas rusak akibat minimnya dana pemeliharaan.
- Perbaikan dinilai bisa meningkatkan hunian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
, Banda Aceh — Komisi III DPRK Banda Aceh mendesak Pemerintah Kota Banda Aceh untuk segera mengalokasikan anggaran perawatan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Gampong Keudah, Kecamatan Kuta Raja. Desakan ini muncul setelah temuan kondisi bangunan yang dinilai memprihatinkan.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi III, Royes Ruslan, usai melakukan kunjungan lapangan bersama mitra kerja dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Banda Aceh ke kompleks Rusunawa, Rabu (25/06/2025).
Dari hasil peninjauan, Royes mengungkapkan bahwa sejumlah blok Rusunawa, khususnya Blok A, B, C, dan D, menunjukkan kondisi yang memerlukan perhatian serius. Bahkan, salah satu blok yang relatif baru justru dinilai berada di luar ekspektasi karena kondisinya sudah rusak.
Ia menyebutkan berbagai kerusakan ditemukan, mulai dari plafon yang jatuh hingga kamar yang tidak terawat dengan baik. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari minimnya anggaran perawatan selama ini.
“Karena itu Komisi III DPRK Banda Aceh meminta walikota supaya bisa diangarkan untuk dana perawatan, karena untuk perawatan gedung ini menjadi tangungjawab kota Banda Aceh,” kata Royes Ruslan.
Royes menegaskan bahwa Rusunawa tersebut dibangun oleh Kementerian PUPR dan telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh. Dengan demikian, perawatan dan pengelolaannya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
Ia juga menyoroti potensi pendapatan daerah yang belum optimal. Saat ini, tingkat hunian di Blok D masih sekitar 50 persen, dengan hanya 30 dari 70 kamar yang disewakan.
“Setelah ini direnovasi dan dirawat dengan baik bisa di fungsikan dengan maksimal, untuk hunian di blok D yang hari ini baru terisi sekitar 50 persen. 50 persen dari 70 kamar hanya 30 kamar yang disewakan. Kalau semua ini bisa di fungsikan tentunya PAD bertambah, tarif juga bisa di tingkatkan,” tutur Royes Ruslan.
Komisi III menilai, perbaikan dan optimalisasi Rusunawa tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Royes Ruslan, didampingi Wakil Ketua Komisi III Tuanku Muhammad, Sekretaris Komisi Sofyan Helmi, serta anggota Ramza Harli dan Faisal Ridha. Turut hadir Kepala Dinas Perkim, Bukhari Sufi, bersama jajaran.[]
