ADVERTISEMENT

Terpopuler

Empat Kabupaten dan Kota di Aceh Teken Kerja Sama PPG Guru PAI 2025 dengan UIN Ar-Raniry
arus balik ke banda acehl lancar
Unisai Luncurkan Repository Digital, Mahasiswa Wajib Unggah Karya Ilmiah ke Sistem Terbuka
Haji 2025
Gubernur Aceh Lantik 74 Pejabat Eselon II-IV, Mualem: Asal Bagus dan Amanah, Gak Akan Kita Ganti
22.900 Batang Rokok Ilegal Diamankan Bea Cukai dan Satpol PP-WH Aceh
PWI Aceh Apresiasi Peran Wartawan di Balik Polemik Empat Pulau
Demokrat Aceh Selatan Apresiasi 100 Hari Kerja MANIS: Bukti Nyata Kepemimpinan Pro-Rakyat
Babe Haikal Hasan
hari kebebasan pers sedunia

Tanpa Pers, Demokrasi Tak Bernyawa

Editorial
Dua Nelayan Pulau Kayu Hilang di Laut Abdya, Pencarian Memasuki Hari Kelima
Brimob dan Warga Lon Asan Kibarkan Merah Putih Sepanjang Jalan Banda Aceh–Medan
UIN Ar-Raniry Serahkan Donasi Rp 50 Juta untuk Pembangunan RSIA Indonesia di Gaza IBISIAFIF.CO, Banda Aceh — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan internasional. Melalui pertemuan dengan tim dokter Palestina dan Maemuna Center Indonesia, Rabu (28/5/2025), kampus tersebut menyerahkan donasi senilai Rp 50 juta untuk mendukung pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza, Palestina. Penyerahan dilakukan di ruang rapat Rektorat UIN Ar-Raniry, disaksikan sejumlah tokoh kemanusiaan dan perwakilan lembaga mitra. Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan lanjutan dari solidaritas sivitas akademika terhadap penderitaan rakyat Palestina. > “Hari ini, kita kembali menyerahkan bantuan untuk pembangunan RS Ibu dan Anak di Jalur Gaza, sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kami,” ujar Mujiburrahman. Sebelumnya, UIN Ar-Raniry juga telah menyalurkan bantuan melalui LAZISNU. Komitmen ini, kata Mujiburrahman, adalah bagian dari tanggung jawab moral dunia pendidikan untuk hadir di tengah krisis kemanusiaan global. Ketua Maemuna Center Indonesia, Onny Firyanti Hamidi, memaparkan urgensi pembangunan RSIA di Gaza. Menurutnya, 70 persen korban genosida di Gaza adalah perempuan dan anak-anak, sementara 94 persen rumah sakit di wilayah tersebut telah hancur atau tak lagi berfungsi. > “Di Gaza, tidak ada rumah sakit yang memberikan pelayanan khusus untuk ibu dan anak, hanya rumah sakit umum atau rumah sakit anak. Karena itu, RSIA menjadi kebutuhan jangka panjang. Setelah rekonstruksi, kita harus pikirkan: mau membangun apa?” jelas Onny. RSIA Indonesia direncanakan berdiri di wilayah Gaza Utara, berdekatan dengan Rumah Sakit Noura Al-Kalbi dan tepat di depan Rumah Sakit Indonesia yang telah ada. Proyek ini akan terdiri dari empat lantai, termasuk basement, dan dirancang sebagai pusat layanan kesehatan khusus ibu dan anak yang tangguh dan berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, Onny juga menekankan pentingnya dukungan luas dari semua elemen bangsa. > “Dengan dukungan finansial dan moral, kita dapat mewujudkan RSIA Indonesia sebagai simbol harapan dan perawatan bagi ibu dan anak di Gaza,” tegasnya. Acara penyerahan donasi turut dihadiri Edy Wahyudi selaku Site Manager Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Yusuf Maulana dari Aqsa Working Group (AWG), serta jajaran pengurus AWG Aceh dan Maemuna Center Indonesia. Donasi dari UIN Ar-Raniry ini menambah daftar kontribusi Indonesia dalam misi kemanusiaan di Palestina dan menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal intelektualitas, tapi juga kepedulian terhadap sesama.
Bupati Abdya Cabut Rekomendasi Izin Tambang PT Laguna Jaya Tambang
Usai Jalan Santai HUT Abdya, Sampah Penuhi di Lapangan Persada dan Jalanan Kota Blangpidie
Cari Bibit Pemain Muda, LAPANNAM CUP I 2025 Resmi Bergulir di Pidie
IPAU
Mantan Penyanyi Aceh Ditangkap Jadi Pengedar Sabu 1,87 Kg di Jeumpa, Bireuen
Survei Poltracking: Mayoritas Masyarakat Puas atas Kinerja 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Sudah ditampilkan semua
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup