Pemdes Geulumpang Payong Santuni 25 Anak Yatim, Masing-Masing Terima Rp2,5 Juta dan Parsel
- Pemerintah Gampong Geulumpang Payong menyalurkan santunan kepada 25 anak yatim dalam kegiatan buka puasa bersama di Mushala Nurul Iman.
- Masing-masing anak yatim menerima bantuan sebesar Rp2,5 juta serta parsel dari Sejahtera Swalayan.
- Santunan tersebut merupakan agenda tahunan gampong yang digelar menjelang Idul Fitri maupun Idul Adha sebagai bentuk kepedulian masyarakat.
, Blangpidie – Pemerintah Gampong Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim di desa tersebut.
Kegiatan sosial yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu berlangsung di Mushala Nurul Iman, Kamis (12/3/2026).
Sebanyak 25 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan yang telah menjadi agenda rutin tahunan pemerintah gampong bersama masyarakat setempat. Program kepedulian ini biasanya digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri maupun menjelang Hari Raya Idul Adha.
Pada tahun ini, masing-masing anak yatim menerima santunan sebesar Rp2,5 juta. Selain bantuan uang tunai, para penerima juga mendapatkan parsel yang disediakan oleh Sejahtera Swalayan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial di gampong tersebut.
Keuchik Geulumpang Payong, Khairuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menggalang dana sehingga kegiatan santunan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur serta masyarakat yang telah berpartisipasi membantu anak-anak yatim di desa itu.
“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menggalang dana. Kami juga mengucapkan ribuan terima kasih kepada para donatur dan masyarakat yang telah ikut menyumbang. Semoga segala kebaikan ini dibalas dengan kesehatan serta dimudahkan rezekinya,” kata Khairuddin.
Menurutnya, santunan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan anak-anak yatim, terutama dalam menyambut hari raya. Ia juga berharap kegiatan ini terus menjadi tradisi kebersamaan masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Selain menjadi momentum berbagi, kegiatan tersebut juga mempererat silaturahmi antara pemerintah gampong, masyarakat, dan para anak yatim yang hadir dalam suasana kebersamaan di bulan Ramadan.[]
