ADVERTISEMENT

Kasus Penipuan Daring Terbesar China: 15 Terdakwa Dieksekusi Mati, Ini Fakta-Faktanya

Ming Zhenzhen. [Foto: uniteddaily.my].
Ringkasan Berita
  • Sindikat penipuan daring China dari kelompok Ming dan Bai meminta maaf di pengadilan sebelum dieksekusi mati.
  • Kelompok ini beroperasi di Kokang, Myanmar, dan terlibat penipuan, judol, pemerasan, penahanan ilegal, hingga pembunuhan warga China.
  • Vonis mati dijatuhkan pada 2025 dan eksekusi dilakukan akhir Januari 2026, namun warganet menilai permintaan maaf itu hanya formalitas.

Inisiatif Logo, Myanmar Sindikat penipuan daring asal China yang dikenal sebagai kelompok Ming dan Bai menyampaikan permintaan maaf di hadapan publik sebelum menjalani eksekusi mati. Kelompok ini sebelumnya beroperasi di Myanmar, tepatnya di wilayah Kokang, dan disebut terlibat dalam berbagai tindak kejahatan lintas negara.

Dalam video yang dirilis media pemerintah China pada Jumat, 6 Februari, tampak cucu dari pemimpin kelompok Ming, Ming Zhenzhen, berdiri di depan Pengadilan Rakyat Menengah Wenzhou. Ia menyampaikan rasa malu dan bersalah atas keterlibatannya dalam sindikat penipuan daring yang dimotori keluarganya.

ADVERTISEMENT

“Sekarang saya sangat sadar akan kesalahan saya dan menyesal atas kebodohan dan ketidaktahuan saya di masa lalu. Saya meminta maaf dan saya siap bertanggung jawab atas apa yang seharusnya saya tanggung,” kata Ming Zhenzhen dalam video yang dirilis oleh media pemerntah China CCTV dan dikutip media-media lainnya.

Selain Ming, pernyataan serupa juga disampaikan Bai Yincang yang tergabung dalam sindikat keluarga Bai. Ia mengaku membenci tindakan kriminal yang pernah dilakukan hingga membuatnya kehilangan harta benda, serta mengatakan tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan setelah diekstradisi dari Myanmar.

ADVERTISEMENT

“Saya ingin meminta maaf kepada rakyat China dan pemerintah China atas nama seluruh keluarga saya. Tindakan kami telah menyebabkan kerugian bagi puluhan ribu orang China. Saya sangat menyesal,” katanya di depan pengadilan rakyat menengah Shenzhen.

Beroperasi di Myanmar, Terlibat Judol hingga Penahanan Ilegal

Menurut laporan media pemerintah China, keluarga Ming dan Bai diketahui membangun kompleks penipuan daring di Kokang, Myanmar. Selain menipu korban melalui jaringan online, mereka juga disebut menjalankan kasino, judi online, pemerasan, hingga penahanan ilegal.

ADVERTISEMENT

Tidak hanya itu, sindikat keluarga Ming disebut terlibat pembunuhan yang disengaja terhadap 14 warga China. Sementara kelompok Bai dikaitkan dengan pembunuhan enam warga China.

Skala kejahatan kedua kelompok ini disebut sangat besar. Perputaran uang ilegal pada keluarga Ming mencapai 10 miliar RMB atau sekitar Rp24,29 triliun. Sementara keluarga Bai mencapai 29 miliar RMB atau sekitar Rp70,62 triliun.

Kelompok Bai juga disebut terkait penyelundupan dan produksi 11 ton methamphetamine.

ADVERTISEMENT

Sebanyak 11 terdakwa dari sindikat Ming dan empat terdakwa dari kelompok Bai telah dijatuhi vonis hukuman mati pada September dan November 2025. Eksekusi terhadap para terdakwa tersebut kemudian dilakukan pada akhir Januari 2026.

Kasus ini menjadi sorotan luas, termasuk di media sosial China. Sejumlah warganet di platform Weibo mengkritisi permintaan maaf para terdakwa. Mereka menilai permohonan maaf itu sekadar formalitas, tidak mencerminkan penyesalan, serta menyebut para pelaku akan tetap menjalankan kejahatan serupa apabila tidak ditangkap.

China sendiri telah meluncurkan operasi besar-besaran sejak Juli 2023. Kementerian Keamanan Publik menargetkan kejahatan penipuan daring di Myanmar utara yang menyasar warga China.

Stasiun televisi milik pemerintah China juga menyebut bahwa vonis terhadap keluarga Bai masuk dalam 10 kasus teratas dalam penegakan hukum China sepanjang 2025.[]

Sumber: ANTARA

Editor : Ikbal Fanika
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup