Jalur One Way di Blangpidie Diterobos Jadi Dua Arah, Warga Mulai Abaikan Aturan Lalu Lintas
- Kepatuhan lalu lintas di Kota Blangpidie menurun, jalur one way di Jalan Protokol At-Taqwa kerap diterobos hingga berubah menjadi dua arah.
- Kondisi serupa terjadi di Jalan H. Ilyas kawasan pasar tradisional dan Jalan Pendidikan, dengan banyak pengendara melawan arus sehingga memicu kemacetan dan risiko kecelakaan.
- Jika pelanggaran ini terus dibiarkan tanpa penertiban, bukan hanya keselamatan yang terancam, tetapi juga wajah dan citra Kota Blangpidie dipertaruhkan.
, Blangpidie — Kepatuhan berlalu lintas di pusat Kota Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kian memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan yang semestinya tertib dan menjadi wajah kota, kini justru berubah menjadi jalur “semau pengendara”.
Fenomena paling terlihat terjadi di jalan At-Taqwa, Blangpidie. Ruas jalan ini dikenal sebagai jalur utama kota yang memiliki peran strategis karena berada di kawasan pusat keramaian, dilintasi tamu antar kabupaten, hingga menjadi titik pusat lalu lintas dan perdagangan.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, jalan yang semestinya tertib itu justru kerap diterobos pengendara dari arah berlawanan. Jalur satu arah (one way) yang sudah diatur, perlahan berubah menjadi jalur dua arah secara ilegal.
Kondisi tersebut memicu keresahan masyarakat, karena selain membahayakan pengguna jalan lain, pelanggaran semacam ini juga berpotensi memicu kecelakaan, terutama saat arus kendaraan sedang padat.
Tak hanya Jalan At-Taqwa, persoalan serupa juga terjadi di Jalan H. Ilyas, Meudang Ara, kawasan yang dikenal sebagai akses utama menuju pasar tradisional Blangpidie.
Di ruas jalan ini, banyak pengendara yang melawan arus demi mempercepat perjalanan. Akibatnya, kemacetan kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk saat aktivitas pasar meningkat.
Arus kendaraan yang saling berhadapan di jalur sempit membuat situasi lalu lintas menjadi tidak terkendali. Bahkan, tak jarang kendaraan harus berhenti total karena tidak ada ruang untuk saling mengalah.
Jalan Pendidikan Juga Mulai “Rusak” oleh Kebiasaan Melawan Arus
Pemandangan serupa juga terlihat di kawasan Jalan Pendidikan. Ruas jalan yang seharusnya menjadi akses aman bagi masyarakat, terutama pelajar dan warga sekitar.
Sebagian pengendara sering terlihat melawan arah, seolah aturan lalu lintas hanya berlaku saat petugas ada di lokasi. Padahal, kawasan pendidikan seharusnya menjadi zona yang paling membutuhkan ketertiban dan keselamatan.
Maraknya pelanggaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Blangpidie bukan hanya soal kemacetan atau ketidaknyamanan. Lebih dari itu, kondisi ini juga mencerminkan wajah kota.
Jalan utama kota seperti jalan At-Taqwa seharusnya menjadi simbol ketertiban, mengingat kawasan tersebut kerap menjadi jalur kendaraan lintas kabupaten dan tamu-tamu luar daerah. Namun jika kebiasaan melawan arus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan pengguna jalan, tetapi juga citra tata kelola kota.
Masyarakat berharap adanya penertiban dan pengawasan lebih tegas di lapangan, agar aturan lalu lintas kembali dihormati dan jalan-jalan utama Blangpidie bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya.[]
