Infrastruktur, Listrik, dan Hunian Tetap Jadi Fokus Pemulihan Pascabencana Aceh
Ringkasan Berita
Pemulihan pascabencana Aceh masuk tahap kedua.
Fokus utama pada infrastruktur, listrik, dan hunian tetap.
Pemerintah Aceh dorong percepatan pemulihan dan dukungan pusat.
, Banda Aceh — Pemerintah Aceh memasuki tahap kedua pemulihan pascabencana dengan menitikberatkan pada tiga prioritas utama, yakni perbaikan infrastruktur, pemulihan layanan listrik, serta pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi langkah paling mendesak untuk segera dituntaskan. Jalan dan jembatan yang rusak atau terputus di sejumlah kabupaten/kota terdampak harus segera difungsikan kembali guna memastikan kelancaran akses ekonomi dan distribusi bantuan.
“Pemerintah Aceh terus bekerja keras memastikan jalur transportasi kembali normal untuk memperlancar proses pemulihan dan distribusi logistik kepada masyarakat,” kata Mualem Senin (22/12/2025).
Selain infrastruktur, persoalan listrik juga menjadi perhatian serius Pemerintah Aceh, khususnya di wilayah tengah Aceh. Muzakir Manaf menegaskan pihaknya akan terus mendorong PT PLN (Persero) agar mempercepat pemulihan jaringan listrik di daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah.
“Permasalahan listrik ini harus segera tertangani. Listrik adalah sumber kehidupan bagi aktivitas masyarakat dan tidak boleh berlarut-larut,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh juga memprioritaskan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana. Gubernur Aceh mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat yang merencanakan pembangunan 2.600 unit rumah bagi korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh, dengan alokasi sekitar 1.000 unit untuk Aceh.
Meski demikian, ia menilai jumlah tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan di Aceh.
“Kita bersyukur atas dukungan pemerintah pusat, namun kebutuhan hunian tetap di Aceh masih sangat besar dan akan terus kita perjuangkan secara bertahap,” ujarnya.
Selain tiga prioritas utama tersebut, sektor pertanian juga menjadi perhatian dalam tahap pemulihan. Pemerintah Aceh menginstruksikan pengerahan alat berat secara maksimal untuk menormalisasi lahan sawah yang tertimbun material bencana agar kembali produktif.
Mualem menegaskan, Pemerintah Aceh akan terus hadir dan memastikan seluruh proses pemulihan berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat kembali hidup layak dan menjalankan aktivitas ekonomi secara normal pascabencana.[]
