BMKG Catat 56 Gempa Guncang Aceh Dalam Sepekan
- BMKG mencatat 56 kejadian gempa bumi di Aceh dalam periode 30 Januari–5 Februari 2026.
- Dari jumlah tersebut, empat gempa dirasakan warga, tiga di Bener Meriah dan satu di Gayo Lues.
- Gempa didominasi magnitudo kecil dan dangkal, BMKG mengimbau warga tetap tenang dan tidak percaya isu hoaks.
, Aceh Besar — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat sebanyak 56 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Aceh dalam sepekan terakhir.
Data tersebut dihimpun dalam periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026. Dari puluhan gempa itu, BMKG mencatat empat kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah.
“Gempa bumi yang dirasakan yaitu 3 di Kabupaten Bener Meriah dan satu lagi Kabupaten Gayo Lues,” ujar Andi Azhar Rusdin, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata, Aceh Besar dalam laporannya, Jumat 6 Februari 2026.
Andi menjelaskan, jika dilihat dari kekuatan atau magnitudo, gempa yang terjadi selama sepekan terakhir didominasi oleh gempa kecil.
Tercatat, gempa dengan kekuatan magnitudo di bawah 3 (M<3) terjadi sebanyak 48 kejadian, sedangkan gempa dengan kekuatan di atas M3 hingga kurang dari M5 tercatat sebanyak 8 kejadian.
Sementara itu, berdasarkan kedalaman, gempa yang terjadi hampir seluruhnya tergolong gempa dangkal.
BMKG mencatat sebanyak 49 kejadian berada pada kedalaman kurang dari 60 kilometer (km<60). Sedangkan gempa dengan kedalaman menengah tercatat sebanyak 7 kejadian.
BMKG kembali mengingatkan bahwa gempa bumi merupakan peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba di dalam bumi. Peristiwa tersebut umumnya terjadi karena patahnya lapisan batuan pada kerak bumi, akibat akumulasi energi dari pergerakan lempeng tektonik.
Energi itu kemudian dipancarkan ke segala arah berupa gelombang gempa, sehingga getarannya dapat dirasakan hingga ke permukaan.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.[]
