Baitul Mal Abdya Bangun 25 Rumah Layak Huni dari Infak 2025, Wabup Zaman Akli Serahkan Kunci ke Warga Jeumpa
- Wakil Bupati Abdya Zaman Akli menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni dari Baitul Mal Abdya kepada warga miskin dan dhuafa di Gampong Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa.
- Baitul Mal Abdya membangun 25 unit rumah layak huni sepanjang 2025 di sembilan kecamatan, terdiri dari 11 unit bangun baru dan 14 unit rehab, bersumber dari dana infak.
- Pemkab Abdya menegaskan program rumah layak huni menjadi komitmen lima tahun ke depan untuk menekan kemiskinan, dengan target tidak ada lagi warga miskin tinggal di rumah tidak layak huni.
, Blangpidie – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Baitul Mal setempat terus mendorong program pengentasan kemiskinan, salah satunya lewat pembangunan rumah layak huni bagi warga miskin dan dhuafa.
Wakil Bupati Abdya, Zaman Akli, menyerahkan secara simbolis bantuan rumah layak huni kepada salah seorang penerima manfaat, Agusni, warga Gampong Ladang Neubok, Kecamatan Jeumpa, Minggu (15/2/2026).
Bantuan rumah tersebut dibangun oleh Baitul Mal Abdya menggunakan dana infak tahun 2025.
Penyerahan berlangsung sederhana, namun penuh haru. Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Baitul Mal Abdya Tgk Syamsul Qamar bersama anggota Salman Syarif dan Syamsuar Dana, Dewan Pengawas M. Ikbal Fanika, serta Plt Kepala Sekretariat Bustari.
Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Sosial Abdya Iin Supardi, Plt Kabag Prokopim Indra Darmawan, Keuchik Ladang Neubok, serta para mustahik penerima bantuan.
Ketua Baitul Mal Abdya, Tgk Syamsul Qamar, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah membangun 25 unit rumah layak huni yang tersebar di sembilan kecamatan di Abdya.
Pembangunan tersebut terdiri dari 11 unit rumah baru dan 14 unit rumah rehab untuk warga miskin dan dhuafa.
“Alhamdulillah, tahun lalu Baitul Mal Abdya telah membangun 25 unit rumah layak huni, dengan rincian 11 unit bangun baru dan 14 unit rehab,” ujar Tgk Syamsul.
Ia menjelaskan, anggaran pembangunan bersumber dari infak PNS, pengusaha, serta para munfik lainnya, baik dari dalam maupun luar daerah.
Tgk Syamsul juga mengajak para penerima manfaat agar mendoakan para muzaki dan munfik yang telah menyalurkan zakat serta infak melalui Baitul Mal.
“Mohon didoakan agar mereka tetap sehat dan dilapangkan rezekinya,” katanya.
Sementara itu, Wabup Zaman Akli menegaskan program rumah layak huni merupakan bagian dari komitmen Bupati Safaruddin bersama dirinya untuk menekan angka kemiskinan di Abdya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat kurang mampu.
“Kalau hari ini sudah diserahkan secara simbolis, maka bapak ibu penerima bantuan sudah bisa menempati rumah layak huni tersebut,” kata Zaman.
Namun ia juga mengingatkan agar penerima bantuan bersyukur, mengingat keterbatasan dana infak yang tersedia.
Zaman menyebut, dari banyaknya permohonan yang masuk ke Baitul Mal, hanya 25 unit yang dapat direalisasikan pada tahun lalu. Ia menegaskan masih banyak warga miskin lainnya yang juga membutuhkan bantuan serupa.
“Bapak ibu mesti bersyukur kepada Allah, sebab masih banyak saudara-saudara kita yang juga berstatus miskin dan dhuafa tinggal di rumah tak layak huni, tapi masih belum ada rezeki mendapatkan bantuan rumah layak huni dari pemerintah,” ujarnya.
Ia memastikan pemerintah daerah akan terus memperluas program rumah layak huni dalam lima tahun ke depan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dengan semangat “Arah Baru Abdya Maju”, pemerintah menargetkan tidak ada lagi warga miskin yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Upaya tersebut, kata Zaman, dilakukan melalui penguatan program daerah serta komunikasi intensif dengan pemerintah pusat agar dukungan pembangunan dapat lebih banyak mengalir ke Abdya.
Zaman juga menjelaskan, calon penerima bantuan wajib mengajukan permohonan ke Baitul Mal. Selanjutnya petugas melakukan verifikasi kelayakan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Proses tersebut bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya.
Salah seorang penerima bantuan lainnya, Jamaluddin, mengaku sangat terharu setelah akhirnya mendapat rumah baru. Ia menyebut telah tiga kali mengajukan proposal ke Baitul Mal Abdya sebelum disetujui.
“Alhamdulillah baru sekarang dapat bantuan dari Baitul Mal. Dengan adanya bantuan ini kami sangat bahagia dan senang,” ujarnya.
Jamaluddin juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Baitul Mal, serta para muzaki dan munfik. Ia berharap program bantuan rumah layak huni terus berlanjut agar semakin banyak warga kurang mampu dapat merasakan manfaatnya.[]
