ADVERTISEMENT

Tangani Kasus Korupsi, Aipda Vicky Pilih Mundur Usai Dimutasi

Aipda Vicky Katiandagho bersujud di hadapan bendera Merah Putih saat momen perpisahan di halaman Polda Sulawesi Utara, usai memutuskan mengundurkan diri dari institusi Polri. Gestur penuh haru itu menjadi simbol pengabdian terakhirnya sebagai Bhayangkara. [Foto: Tangkapan layar].
Ringkasan Berita
  • Vicky Katiandagho viral setelah memutuskan mundur dari Polri.
  • Video perpisahan haru di Polda Sulut menuai simpati publik.
  • Unggahannya memantik diskusi soal pengabdian dan integritas polisi.

Inisiatif Logo, Talaud — Nama Vicky Katiandagho mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sosok anggota kepolisian ini menarik perhatian publik setelah memutuskan mundur dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, Vicky sebelumnya dikenal sebagai polisi yang kerap menangani kasus-kasus besar, termasuk perkara korupsi. Namun, setelah sempat mengalami mutasi, ia akhirnya memilih mengakhiri pengabdiannya.

ADVERTISEMENT

Sebelum mundur, Vicky berpangkat Aipda dan pernah bertugas di Polres Minahasa, Sulawesi Utara, sebelum kemudian dipindahkan ke Polres Kepulauan Talaud. Kini, ia resmi tidak lagi menjadi bagian dari institusi kepolisian.

Keputusan tersebut menjadi sorotan setelah Vicky mengunggah video perpisahan di akun Instagram pribadinya pada Rabu (1/4/2026). Dalam video itu, terlihat ia meninggalkan halaman kantor Polda Sulawesi Utara bersama sang putri.

ADVERTISEMENT

Momen haru pun terekam. Sebelum pergi, Vicky sempat menuju lapangan upacara dan memberikan penghormatan kepada bendera Merah Putih. Ia kemudian bersujud di hadapan bendera yang berkibar, sebuah gestur yang menyentuh banyak warganet.

Tak kuasa menahan emosi, Vicky terlihat menangis. Ia memeluk putrinya erat sebelum akhirnya menggandeng tangan sang anak dan berjalan meninggalkan lokasi.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, ia juga menyampaikan pesan perpisahan kepada rekan-rekannya.

“Terima kasih Polda Sulut, Terima kasih Polres Minahasa, terima kasih Polres Kepulauan Talaud. Terima kasih ZAZG,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan pesan yang menyentuh terkait jati dirinya sebagai Bhayangkara.

ADVERTISEMENT

“Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal.. tetapi jiwa, SEKALI BHAYANGKARA SELAMANYA BHAYANGKARA. I LOVE KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA.I Quit,” tulis dia.

Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang menyampaikan empati dan dukungan atas keputusan yang diambilnya.

“Menjadi manusia terhormat, tidak harus menyandang pangkat dan mengenakan seragam,” tulis salah satu netizen.

“Ya allah lancarkan rezekinya dan keluarganya dimanapun mereka berada,” komentar lainnya.

Bahkan, ada juga yang mengaitkan sosoknya dengan figur teladan di institusi kepolisian.

“Alm jendral hoegeng pasti bangga punya kader kepolisian seperti anda ndan,” tulis warganet lainnya.

Kisah Vicky Katiandagho kini menjadi viral dan memantik diskusi luas tentang pengabdian, integritas, serta makna menjadi anggota kepolisian di tengah dinamika institusi.[]

Editor : Ikbal Fanika
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup