ADVERTISEMENT

Proyek Pustu DAK 2025 Molor, Dinkes Abdya Beri Tambahan Waktu Plus Denda

Kondisi bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) DAK Kesehatan 2025 di Aceh Barat Daya yang belum rampung meski masa kontrak telah berakhir. [Foto: Fitria Maisir/INISIATIF.CO].
Ringkasan Berita
  • Tiga dari enam proyek Puskesmas Pembantu (Pustu) DAK Kesehatan 2025 di Aceh Barat Daya belum rampung meski masa kontrak telah berakhir.
  • Dinas Kesehatan Abdya memberikan tambahan waktu penyelesaian kepada rekanan dengan penerapan sanksi denda dan pembayaran sesuai progres pekerjaan.
  • Keterlambatan proyek berdampak pada tertundanya pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di sejumlah desa.

Inisiatif Logo, Blangpidie — Proyek pembangunan dan rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengalami keterlambatan alias molor.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Abdya mengakui tiga dari enam paket pekerjaan belum rampung meski masa kontrak telah berakhir.

ADVERTISEMENT

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Abdya, dr Adi Arulan Munda, membenarkan molornya penyelesaian proyek tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya telah memberikan tambahan waktu kepada rekanan dengan disertai sanksi denda keterlambatan sesuai ketentuan kontrak.

ADVERTISEMENT

“Benar, ada tiga Pustu yang belum selesai, yakni Pustu Keude Paya, Jeumpa Barat, dan Lhok Gajah. Pembayaran dilakukan sesuai progres pekerjaan, dan diberikan tambahan waktu dengan denda keterlambatan,” ujar Adi, Senin (5/1/2026).

Berdasarkan data Dinkes Abdya, total terdapat enam paket proyek Pustu yang dibiayai DAK 2025 dengan nilai anggaran lebih dari Rp4 miliar.

ADVERTISEMENT

Dari jumlah tersebut, tiga paket telah diselesaikan 100 persen dan dilakukan Provisional Hand Over (PHO), yakni pembangunan Pustu Keude Siblah, Pustu Babah Lhung, serta rehabilitasi Pustu Cot Jirat di Kecamatan Blangpidie.

Pembangunan Pustu Keude Siblah dan Babah Lhung masing-masing menelan anggaran hampir Rp700 juta per unit. Sementara rehabilitasi Pustu Cot Jirat menghabiskan dana sekitar Rp468 juta. Adapun tiga paket lainnya hingga memasuki awal 2026 belum tuntas.

Pustu Keude Paya di Kecamatan Blangpidie dan Pustu Jeumpa Barat di Kecamatan Jeumpa dikerjakan oleh CV Aryaguna Harapan, sementara Pustu Lhok Gajah di Kecamatan Kuala Batee dikerjakan oleh CV Cucoe Diraja.

ADVERTISEMENT

Nilai kontrak ketiga proyek tersebut tergolong besar, masing-masing Rp690,5 juta untuk Pustu Keude Paya, Rp692,7 juta untuk Pustu Jeumpa Barat, dan Rp691 juta untuk Pustu Lhok Gajah.

Pantauan di lapangan menunjukkan progres pembangunan Pustu Jeumpa Barat baru mencapai sekitar 60 persen. Sementara di Pustu Keude Paya, bangunan juga belum tuntas meski papan informasi proyek mencantumkan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender dengan sumber dana DAK 2025.

Adi menyebut, Dinkes Abdya tidak melakukan pembayaran penuh kepada rekanan sebelum pekerjaan selesai.

“Pembayaran dilakukan bertahap sesuai dengan capaian fisik di lapangan,” katanya.

Meski demikian, keterlambatan ini memunculkan perhatian publik terhadap efektivitas perencanaan, pengawasan, serta kemampuan rekanan dalam menyelesaikan proyek sesuai jadwal.

Perhatian juga tertuju pada CV Aryaguna Harapan yang mengerjakan dua paket proyek dan keduanya sama-sama mengalami keterlambatan.

Di sisi lain, molornya penyelesaian Pustu berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat. Pustu merupakan fasilitas layanan kesehatan dasar yang penting untuk pelayanan ibu hamil, balita, lansia, imunisasi, serta pelayanan kesehatan tingkat desa.

Sejumlah warga mengaku kecewa karena fasilitas yang dijanjikan belum dapat dimanfaatkan. Mereka berharap pemerintah daerah mengambil langkah tegas agar proyek tersebut segera diselesaikan dan anggaran negara benar-benar berdampak bagi peningkatan layanan kesehatan.

Dinas Kesehatan Abdya menyatakan akan terus mengawasi penyelesaian proyek dan memastikan seluruh bangunan diselesaikan sesuai spesifikasi teknis sebelum difungsikan.

Hingga berita ini diturunkan, tiga proyek Pustu DAK 2025 yang mengalami keterlambatan masih dalam tahap penyelesaian.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup