Pengangguran Aceh Turun Jadi 5,60 Persen
- Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh pada November 2025 tercatat 5,60 persen, turun 0,04 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
- Dari 2,72 juta angkatan kerja, sebanyak 2,56 juta orang telah bekerja, dengan TPAK 65,13 persen.
- Mayoritas penduduk bekerja di Aceh masih berada di sektor informal (63,80 persen).
, Banda Aceh – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Aceh menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 turun menjadi 5,60 persen, atau menurun 0,04 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Penurunan TPT tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk yang bekerja. Dari total 2,72 juta orang angkatan kerja, sebanyak 2,56 juta orang tercatat telah bekerja. Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 65,13 persen, menandakan mayoritas penduduk usia kerja di Aceh masih aktif secara ekonomi.
BPS Aceh mencatat, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar, disusul sektor perdagangan dan administrasi pemerintahan. Ketiga sektor ini tetap menjadi tulang punggung pasar kerja Aceh, terutama dalam menyerap tenaga kerja di wilayah perdesaan.
Meski tingkat pengangguran menurun, kualitas pekerjaan masih menjadi tantangan. Data BPS menunjukkan, 63,80 persen penduduk bekerja masih berada di sektor informal, yang umumnya rentan terhadap fluktuasi pendapatan dan minim perlindungan sosial.
BPS menilai, penurunan pengangguran ini dipengaruhi oleh mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat, seiring perbaikan kinerja sejumlah lapangan usaha dan meningkatnya permintaan tenaga kerja.
Namun demikian, penguatan sektor formal, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta perluasan lapangan kerja produktif dinilai penting untuk menjaga tren positif ketenagakerjaan Aceh ke depan.[]
