ADVERTISEMENT

Negosiasi Buntu, AS Sebut Iran Tolak Tawaran Final Terkait Nuklir

Wakil Presiden AS J.D. Vance memberikan keterangan kepada media usai perundingan dengan Iran di Islamabad, Pakistan. [Foto: YT The White House].
Ringkasan Berita
  • Perundingan AS dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
  • Wapres AS J.D. Vance menyebut kondisi ini lebih merugikan Iran.
  • Isu utama yang belum disepakati adalah komitmen Iran soal senjata nuklir.

Inisiatif Logo, Islamabad — Kegagalan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai akan berdampak lebih besar bagi Teheran dibandingkan Washington. Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden AS, J. D. Vance, usai proses negosiasi yang berlangsung di Islamabad.

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

Dalam perundingan tersebut, Vance yang juga bertindak sebagai Ketua Delegasi AS menegaskan bahwa Washington telah menunjukkan fleksibilitas selama proses negosiasi berlangsung. Ia menyebut, posisi Amerika Serikat telah disampaikan secara terbuka, termasuk batasan yang tidak dapat dinegosiasikan.

Menurutnya, kegagalan mencapai kesepakatan terjadi karena Iran menolak persyaratan yang diajukan oleh pihak AS.

ADVERTISEMENT

“Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vance menyoroti komitmen Iran terkait pengembangan senjata nuklir sebagai isu utama dalam perundingan. Ia menegaskan bahwa AS masih menunggu kepastian sikap Iran dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

“Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun ke depan, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihatnya. Kami berharap akan melihatnya,” kata Vance.

Ia juga menekankan bahwa proposal yang diajukan AS dalam perundingan tersebut merupakan tawaran final yang tidak akan diubah.

“Kami meninggalkan tempat ini dengan usulan yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,” ujarnya di Islamabad.

ADVERTISEMENT

Vance kembali menegaskan bahwa seluruh posisi Amerika Serikat telah dikomunikasikan secara jelas kepada pihak Iran, termasuk ruang kompromi yang tersedia.

“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, hal-hal yang dapat kami akomodasi dan yang tidak dapat kami akomodasi, dan kami telah menyampaikannya sejelas mungkin, namun mereka memilih untuk tidak menerima syarat kami,” kata Vance.

Kegagalan perundingan ini menambah ketidakpastian dalam hubungan kedua negara, terutama terkait isu nuklir yang hingga kini masih menjadi sorotan utama komunitas internasional.[]

Editor : Ikbal Fanika
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup