KONI Abdya 2026–2030 Resmi Dikukuhkan, Siap Tancap Gas Hadapi PORA
- Pengurus KONI Abdya periode 2026–2030 resmi dikukuhkan oleh Ketua KONI Aceh, Saiful Bahri (Pon Yaya), di Gedung DPRK Abdya.
- Pon Yaya menegaskan pembinaan atlet harus terstruktur, berbasis data, dan tidak bersifat instan menjelang event.
- Bupati Safaruddin menjanjikan bonus Rp20 juta dari dana pribadi bagi atlet Abdya yang meraih medali emas di ajang resmi.
, Blangpidie – Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Barat Daya (Abdya) periode 2026–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung DPRK Abdya, Rabu (11/2/2026). Pengukuhan ini menjadi penanda dimulainya fase baru pembinaan olahraga di Bumoe Sigupai.
Ketua KONI Aceh, Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yaya, memimpin langsung prosesi pengukuhan tersebut. Sejumlah unsur Forkopimda, pimpinan DPRK, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Abdya turut hadir menyaksikan momen itu.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, Zulkarnaini didapuk sebagai Ketua Umum. Ia akan didampingi Zulfan sebagai Ketua Harian, SM Rizka Nazarullah sebagai Sekretaris Umum, dan Dedi Saputra sebagai Bendahara Umum, bersama jajaran pengurus cabang olahraga lainnya.
Pon Yaya menegaskan pengukuhan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar dalam membangun sistem pembinaan atlet yang lebih terarah.
“Momentum ini harus menjadi titik awal kerja nyata. Pembinaan tidak boleh instan dan tidak boleh hanya aktif saat menjelang event. Harus terstruktur dan berkelanjutan,” kata Pon Yaya dalam sambutannya.
Ia meminta pengurus baru segera menyusun program kerja berbasis target dan data, termasuk melakukan pendataan atlet secara komprehensif. Transparansi anggaran dan profesionalisme organisasi, lanjutnya, menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap KONI.
Bupati Abdya Safaruddin yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan dukungannya terhadap kepengurusan baru. Ia berharap KONI Abdya mampu menghadirkan energi baru dalam mendongkrak prestasi olahraga daerah.
“Saya percaya kepengurusan ini mampu membawa perubahan dan melahirkan prestasi yang membanggakan daerah,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Safaruddin juga menjanjikan bonus Rp20 juta dari dana pribadinya bagi setiap atlet Abdya yang meraih medali emas pada ajang olahraga resmi. Bonus itu disebutnya sebagai tambahan di luar dukungan dari pemerintah daerah dan KONI.
Sementara itu, Ketua KONI Abdya Zulkarnaini menyatakan kesiapan seluruh jajaran untuk langsung bergerak. Ia menyebut amanah yang diemban bukan hal ringan, terlebih dengan agenda besar seperti Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang semakin dekat.
“Kami siap bekerja maksimal, memperkuat konsolidasi internal, dan memastikan pembinaan atlet berjalan lebih sistematis,” ujarnya.
Dengan pengukuhan tersebut, publik kini menanti langkah konkret pengurus baru dalam membangun fondasi pembinaan yang solid dan kompetitif, demi membawa nama Abdya bersaing di level provinsi hingga nasional.[]
