Illiza Diisukan Merapat ke Demokrat dan Incar Ketua DPD Aceh, Begini Kata Dia
- Illiza Sa’aduddin Djamal diisukan akan meninggalkan PPP dan merapat ke Partai Demokrat untuk mengincar posisi Ketua DPD Demokrat Aceh jelang Musda 2026.
- Isu tersebut menguat setelah Illiza dikabarkan bertemu Ketua Umum Demokrat AHY dan elite Demokrat asal Aceh Teuku Riefky Harsya.
- Illiza merespons dengan menegaskan dirinya fokus bekerja sebagai Wali Kota Banda Aceh, sementara urusan partai disebutnya memiliki mekanisme dan waktunya sendiri.
, Banda Aceh – Isu perpindahan politik Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, kembali menghangat di tengah publik Aceh. Illiza belakangan disebut-sebut akan meninggalkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan merapat ke Partai Demokrat.
Bahkan, gosip yang beredar menyebut mantan Anggota DPR RI tersebut tengah membidik posisi Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, yang dijadwalkan diperebutkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) pada tahun 2026.
Isu ini menjadi sorotan karena Illiza dikenal sebagai salah satu figur PPP yang cukup menonjol di Aceh, sekaligus tokoh perempuan yang memiliki pengalaman panjang dalam politik nasional maupun daerah.
Untuk diketahui, kursi Ketua DPD Demokrat Aceh saat ini dijabat oleh Rian Firmansyah atau yang akrab disapa Rian Syaf, sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Rian Syaf ditunjuk sebagai Plt setelah Muslim, Ketua DPD Demokrat Aceh periode 2021–2026, mengundurkan diri usai diangkat sebagai Komisaris Independen salah satu perusahaan BUMN.
Sesuai jadwal, Demokrat Aceh akan menggelar Musda pada 2026 untuk memilih ketua baru periode berikutnya. Kondisi tersebut membuat dinamika internal partai mulai menghangat, termasuk munculnya berbagai nama yang disebut-sebut masuk bursa calon ketua.
Pertemuan dengan AHY dan Riefky Harsya Jadi Pemicu Spekulasi
Gosip mengenai Illiza disebut menguat setelah ia dikabarkan bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta elite Demokrat asal Aceh, Teuku Riefky Harsya, yang saat ini menjabat Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Pertemuan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Illiza sedang membangun komunikasi politik dengan elite Demokrat di tingkat pusat.
Namun, jika benar Illiza hendak masuk ke arena perebutan Ketua DPD Demokrat Aceh, langkah itu diperkirakan tidak mudah. Pasalnya, Demokrat Aceh disebut memiliki sejumlah tokoh internal yang telah lama mengakar dan punya basis kuat di akar rumput.
Di internal Demokrat Aceh, beberapa nama yang belakangan hangat diperbincangkan sebagai calon kuat Ketua DPD antara lain, Nova Iriansyah (mantan Gubernur Aceh) , HT Ibrahim (Anggota DPR RI), Nurdiansyah Alasta (Bendahara DPD Demokrat Aceh).
Ketiga tokoh tersebut dinilai memiliki jaringan kader yang lebih solid dan sudah lama berproses di dalam struktur partai.
Sementara itu, Rian Syaf yang saat ini menjabat Plt Ketua DPD Demokrat Aceh disebut kemungkinan tidak akan maju sebagai ketua definitif. Hal itu dikaitkan dengan posisi strategis yang kini ia emban di Jakarta, baik di lingkungan DPP Demokrat maupun di Kementerian Ekonomi Kreatif.
Menanggapi isu tersebut, Illiza Sa’aduddin Djamal telah memberikan respons.
Ia menegaskan bahwa saat ini dirinya memilih fokus menjalankan tugas sebagai Wali Kota Banda Aceh, termasuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Banda Aceh dan Aceh secara keseluruhan.
“Saat ini, saya lebih fokus untuk bekerja dan mengabdi sebagai Wali Kota Banda Aceh. Masih banyak PR yang harus kita selesaikan di sini dan juga di Aceh secara keseluruhan,” ujar Illiza pada Selasa (3/2/2025) dikutip dari Masakini.co.
Illiza juga menekankan bahwa urusan partai memiliki mekanisme dan waktunya sendiri. Ia menyebut tidak ingin tergesa-gesa dalam mengambil keputusan terkait masa depan karier politiknya.
“Urusan partai ada waktunya. Semua ada mekanismenya. Jangan tergesa-gesa, kita lihat ke depan bagaimana takdir Allah, karena itu yang terbaik,” kata Illiza.
Selain itu, Illiza menjelaskan bahwa bertemu dan berinteraksi dengan tokoh-tokoh politik merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik. Ia menyebut silaturahmi dilakukan untuk mendengar masukan serta ide yang dapat memperbaiki pemerintahan.
“Silaturahmi dan bertemu dengan tokoh-tokoh politik itu biasa. Kita meminta banyak masukan agar pemerintahan bisa lebih baik ke depan,” pungkas Illiza.
Meski Illiza sudah memberikan klarifikasi, isu perpindahan partai dan bursa Ketua DPD Demokrat Aceh diperkirakan masih akan terus berkembang, terutama menjelang Musda 2026.
Dengan banyaknya nama yang beredar, perebutan kursi Ketua DPD Demokrat Aceh diprediksi menjadi salah satu kontestasi internal yang menarik di panggung politik Aceh tahun ini.[]
