Ekspor Aceh Desember 2025 Naik 2,42 Persen, Batubara dan CPO Dominasi Pasar India
- Ekspor Aceh Desember 2025 tercatat USD 59,69 juta, naik 2,42 persen dibanding bulan sebelumnya.
- Batubara dan CPO menjadi komoditas utama, dengan India sebagai tujuan ekspor terbesar senilai USD 52,19 juta.
- Neraca perdagangan Aceh surplus USD 6,54 juta, meski impor melonjak hingga 124,89 persen.
, Banda Aceh — Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Aceh menunjukkan tren positif pada akhir 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat nilai ekspor barang asal Aceh pada Desember 2025 mencapai USD 59,69 juta, meningkat 2,42 persen dibandingkan November 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengatakan kenaikan tersebut terutama ditopang oleh ekspor komoditas Bahan Bakar Mineral, khususnya batubara.
“Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Desember 2025 dari kelompok komoditas Bahan Bakar Mineral. Nilai dari transaksi itu sebesar USD 42,42 juta yang didominasi oleh komoditas batubara,” ujar Tasdik saat rilis bulanan di Kantor BPS Aceh, Senin (2/2/2026).
Tasdik menjelaskan, India menjadi negara tujuan utama ekspor Aceh pada Desember 2025. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai USD 52,19 juta, dengan komoditas utama berupa batubara dan crude palm oil (CPO).
Secara keseluruhan, ekspor terbesar Aceh pada periode tersebut berasal dari sektor pertambangan, dengan nilai USD 42,42 juta, menegaskan masih kuatnya ketergantungan ekspor daerah pada komoditas primer.
Sementara itu, dari sisi impor, BPS Aceh mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Desember 2025 sebesar USD 53,16 juta, melonjak tajam 124,89 persen dibandingkan November 2025.
“Selama Desember 2025 nilai impor senilai USD 53,16 juta didominasi komoditas Bahan Bakar Mineral/Gas sebesar USD 43,19 juta, dan sisanya beberapa komoditas nonmigas senilai USD 9,97 juta,” jelas Tasdik.
Dengan kinerja tersebut, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Desember 2025 masih mencatat surplus sebesar USD 6,54 juta.
BPS Aceh juga mencatat, sebagian besar ekspor Aceh dilakukan melalui pelabuhan di dalam provinsi. Nilainya mencapai USD 55,98 juta, atau 93,77 persen dari total ekspor komoditas asal Aceh pada Desember 2025.
Capaian ini menunjukkan peran strategis pelabuhan daerah dalam mendukung aktivitas ekspor serta menjadi sinyal positif bagi kinerja perdagangan Aceh menjelang awal 2026.
