Ulama Dayah Apresiasi Setahun Kepemimpinan Safaruddin–Zaman Akli, Program Peukong Agama Dinilai Semakin Terasa di Abdya
- Pimpinan dayah di Lembah Sabil dan Manggeng mengapresiasi capaian satu tahun kepemimpinan Safaruddin–Zaman Akli di Aceh Barat Daya.
- Program penguatan agama seperti Dinas Dayah, majelis taklim, dan Tengku Saweu Sikula dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
- Abdya juga mencatat berbagai prestasi daerah, termasuk dipercaya sebagai tuan rumah MTQ Aceh 2027
, Blangpidie — Dukungan dan apresiasi terhadap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin dan Zaman Akli, terus mengalir dari berbagai kalangan, khususnya para ulama dan pimpinan dayah yang merasakan langsung dampak kebijakan pemerintah daerah di tengah masyarakat.
Tokoh agama sekaligus Pimpinan YPI Dayah Irsyadul Ummah, Kecamatan Lembah Sabil, Tgk Muhammad Maimun, S.HI., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian pemerintahan Safaruddin–Zaman Akli yang dinilainya mampu menghadirkan perubahan nyata dalam waktu relatif singkat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik maupun penghargaan yang diraih pemerintah daerah, tetapi juga dari semakin kuatnya nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial masyarakat Abdya.
“Kami dari pimpinan dayah memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati Aceh Barat Daya atas berbagai keberhasilan yang telah dicapai. Dalam waktu baru satu tahun menjabat, sudah sangat banyak perubahan dan kesuksesan yang beliau torehkan untuk daerah ini,” ujar Tgk Muhammad Maimun, kepada , Sabtu (27/2/2026).
Ia menilai, arah kepemimpinan Safaruddin–Zaman Akli menunjukkan keseriusan dalam membangun Abdya tidak hanya dari sisi pembangunan daerah, tetapi juga melalui penguatan karakter masyarakat berbasis nilai Islam.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap dunia dayah dan pendidikan agama menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap generasi masa depan.
“Kami melihat adanya kesungguhan pemerintah dalam memperkuat syiar Islam di Abdya. Lahirnya Dinas Dayah, hidupnya kembali majelis taklim, serta meningkatnya aktivitas jamaah di masjid dan musala merupakan langkah strategis yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Tgk Maimun juga menilai program-program seperti Tengku Saweu Sikula, dukungan beasiswa bagi santri tahfiz Al-Qur’an, hingga kepedulian terhadap anak yatim menjadi kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan umat.
Ia menyebut, kebijakan tersebut bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun peradaban masyarakat Abdya yang religius dan berakhlak.
“Pembangunan daerah tidak cukup hanya dengan infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi pembangunan akhlak dan keimanan masyarakat. Kami melihat komitmen itu hadir dalam kepemimpinan Bapak Safaruddin dan Bapak Zaman Akli,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap konsistensi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor keagamaan terus dijaga agar Abdya mampu menjadi daerah yang maju secara pembangunan sekaligus kuat dalam nilai moral dan spiritual.
“Kami berharap kepemimpinan ini terus istiqamah. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan dan keberkahan kepada pemimpin kami dalam menjalankan amanah, sehingga Abdya benar-benar menjadi daerah yang maju, religius, dan masyarakatnya hidup dalam kebersamaan serta keharmonisan,” tambahnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Abi Fardi, Pimpinan Yayasan Dayah Jabal Nur Jadid, Gampong Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi pemerintah daerah selama satu tahun terakhir yang dinilai berhasil membawa perubahan arah pembangunan Abdya.
“Terima kasih atas dedikasi satu tahun ini. Bapak Bupati Aceh Barat Daya telah membawa arah baru Abdya maju dan keberhasilan nyata. Sukses selalu untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Tgk Salman Al Farisi Daud, Pimpinan Dayah Bustanul Huda Jadid, Lhong Baroe, Kecamatan Manggeng, juga ikut menilai penguatan program peukong agama kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia mencontohkan meningkatnya budaya salat berjamaah, pengajian majelis taklim di warung kopi, hingga penataan aktivitas usaha selama Ramadan yang menciptakan ketertiban sosial.
“Setahun kepemimpinan Safaruddin–Zaman Akli menunjukkan arah baru kemajuan. Penguatan agama sudah terasa di tengah masyarakat. Saat ini ketertiban dan keharmonisan dalam kehidupan sosial masyarakat Abdya semakin baik,” katanya.
Ia berharap Abdya dapat menjadi contoh daerah lain dalam mengintegrasikan pembangunan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan Allah menjadikan Kabupaten Abdya sebagai contoh bagi daerah lain. Kami juga mendoakan Bupati dan Wakil Bupati agar selalu diberikan kekuatan dalam memimpin,” tambahnya.
Sejak dilantik pada 16 Februari 2025 dengan slogan “Arah Baru, Abdya Maju”, pemerintahan Safaruddin–Zaman Akli menempatkan penguatan sektor keagamaan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Sejumlah program strategis yang dijalankan di antaranya pembentukan Dinas Dayah, penguatan jamaah masjid dan musala, pengembangan majelis ta’lim, program Tengku Saweu Sikula, beasiswa tahfiz Al-Qur’an, santunan anak yatim, hingga keberhasilan Abdya dipercaya sebagai tuan rumah MTQ Aceh ke-38 tahun 2027.
Prestasi Pemerintahan Terus Bertambah
Selain sektor keagamaan, berbagai capaian nasional dan regional turut diraih Pemerintah Kabupaten Abdya, mulai dari penghargaan Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik, UHC Awards 2026 peringkat 8 nasional, opini WTP 10 kali berturut-turut, hingga keberhasilan menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.
Pemerintah Abdya juga meraih penghargaan kearsipan digital dari ANRI, juara umum TTG Aceh 2025, tiga besar lingkungan terbaik Aceh, serta sukses membawa berbagai program nasional seperti Kampung Nelayan Merah Putih, mekanisasi pertanian APBN, dan peningkatan UMKM naik kelas ke ritel modern.[]
