Tekankan Anti-Calo, Kapolres Abdya Bekali Calon Siswa Polri Hadapi Seleksi 2026
- Kapolres Abdya Agus Sulistianto menegaskan rekrutmen Polri 2026 dilakukan secara gratis dan transparan tanpa praktik calo.
- Seleksi menerapkan prinsip BETAH (bersih, transparan, akuntabel, humanis) dengan pengawasan ketat di setiap tahapan.
- Calon siswa diminta mempersiapkan fisik, mental, dan tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan.
, Blangpidie — Komitmen transparansi dalam proses rekrutmen anggota Polri kembali ditegaskan oleh Agus Sulistianto. Dalam pembekalan calon siswa (casis) Polri Tahun 2026 di Aceh Barat Daya (Abdya), Kapolres secara tegas mengingatkan peserta agar tidak terjebak praktik percaloan.
Kegiatan yang digelar di Aula Mapolres Abdya, Senin (30/3/2026), diikuti oleh peserta seleksi penerimaan terpadu Taruna Akpol, Bintara, hingga Tamtama Polri.
Dalam arahannya, Agus menyoroti isu klasik yang kerap muncul setiap musim rekrutmen, yakni keberadaan calo yang menjanjikan kelulusan.
“Masuk polisi gratis. Jangan percaya calo atau pihak yang menjanjikan kelulusan,” kata Agus di hadapan para casis.
Kapolres menegaskan, seluruh tahapan seleksi Polri dilaksanakan dengan prinsip BETAH—bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Prinsip ini, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam memastikan proses rekrutmen berjalan adil dan profesional.
Ia juga memaparkan secara rinci tahapan seleksi yang akan dihadapi peserta, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, hingga psikologi. Seluruh proses tersebut, kata dia, berada dalam pengawasan ketat guna mencegah penyimpangan.
Selain menekankan integritas sistem, Agus turut mengingatkan pentingnya kesiapan pribadi para peserta. Ia meminta seluruh casis menjaga kondisi fisik, kesehatan, serta kesiapan mental selama mengikuti tahapan seleksi.
“Persiapkan diri sebaik mungkin. Jika ada yang belum jelas, jangan ragu untuk bertanya,” ujarnya.
Pembekalan ini diharapkan mampu mencetak generasi Polri yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Langkah preventif terhadap praktik percaloan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Dengan sistem yang terbuka dan akuntabel, diharapkan setiap peserta memiliki peluang yang sama berdasarkan kemampuan, bukan faktor lain di luar ketentuan.
Rekrutmen Polri 2026 pun diharapkan menjadi momentum memperkuat profesionalisme aparat sekaligus memastikan lahirnya personel yang benar-benar berkualitas dan berdedikasi.[]
