Safaruddin di HUT Abdya ke-24: Fokus Kinerja, Turunkan Kemiskinan, dan Siapkan MTQ 2027
- Pemkab Abdya menggelar upacara HUT ke-24 di Lapangan Perasada Blangpidie dengan Bupati Safaruddin sebagai inspektur upacara.
- Safaruddin menegaskan pentingnya penguatan fondasi pemerintahan, peningkatan kinerja aparatur, dan inovasi di tengah tantangan fiskal.
- Angka kemiskinan Abdya turun menjadi 13,30 persen pada 2025, serta daerah mulai mempersiapkan diri sebagai tuan rumah MTQ Aceh 2027.
, Blangpidie — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 di Lapangan Perasada Blangpidie, Jumat (10/4/2026).
Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Abdya, Safaruddin, bertindak sebagai inspektur upacara.
Sejumlah pejabat dan unsur penting daerah hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Zaman Akli, Ketua DPRK Roni Guswandi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimkab), anggota DPRK, Sekretaris Daerah, para kepala SKPK, camat, keuchik, hingga aparatur sipil negara (ASN) serta unsur TNI/Polri.
Dalam amanatnya, Safaruddin menegaskan bahwa peringatan HUT Abdya tidak terlepas dari jasa para tokoh pemekaran yang telah berjuang membentuk kabupaten tersebut. Ia menyebut, perjalanan panjang Abdya merupakan hasil dedikasi dan pengabdian generasi terdahulu.
“Perjalanan panjang pemekaran Abdya merupakan hasil kerja keras para tokoh yang patut kita hormati dan teladani,” ujarnya.
Safaruddin juga menyoroti tahun pertama kepemimpinannya sebagai fase krusial dalam memperkuat fondasi pemerintahan. Ia menekankan pentingnya penataan sistem kerja, peningkatan kinerja aparatur, serta membangun kembali kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Menurutnya, tantangan fiskal dan dinamika ekonomi global menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk bekerja lebih efektif dan inovatif dalam menjalankan program pembangunan.
“Pemerintah daerah harus mampu menetapkan prioritas pembangunan secara tepat serta menghadirkan inovasi guna menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, ia mengklaim sejumlah indikator pembangunan mulai menunjukkan tren positif, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah dan pemenuhan hak-hak gampong, seperti bagi hasil pajak, retribusi, serta Alokasi Dana Gampong (ADG).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, angka kemiskinan di Abdya turun dari 15,32 persen pada 2024 menjadi 13,30 persen pada 2025. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah 10 persen dalam beberapa tahun ke depan.
“Penurunan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih optimal,” ujarnya.
Pada sektor layanan dasar, Pemkab Abdya disebut terus melakukan pembenahan, mulai dari pembangunan puskesmas pembantu, pengadaan ambulans, hingga penerapan sistem rekam medis elektronik.
Selain itu, Abdya juga mulai mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh tahun 2027. Persiapan dilakukan dari sisi infrastruktur hingga peningkatan kualitas pelayanan.
“Ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan daerah secara menyeluruh,” kata Safaruddin.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengingatkan aparatur pemerintah agar mengedepankan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan junjung tinggi integritas,” tuturnya.
Safaruddin menutup amanatnya dengan optimisme bahwa Abdya dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera melalui kolaborasi semua pihak.[]
