Prajurit Kodam IM Gugur di Lebanon, Jamaluddin Idham: Pahlawan Perdamaian
- Farizal Romadhon gugur saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon.
- Serangan artileri terjadi di Marjayoun, kawasan rawan konflik.
- Jamaluddin Idham menyebut almarhum sebagai pahlawan perdamaian.
, Banda Aceh — Kabar duka datang dari misi perdamaian dunia. Prajurit TNI, Farizal Romadhon (28), anggota Yonif RK 113/Jaya Sakti di bawah Kodam Iskandar Muda, gugur saat menjalankan tugas sebagai pasukan penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Distrik Marjayoun pada Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu setempat atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB, saat posisi penjagaan pasukan Indonesia dihantam serangan artileri di tengah meningkatnya konflik kawasan.
Berdasarkan keterangan UNIFIL, proyektil meledak di sekitar Desa Adchit al-Qusayr, wilayah yang dikenal rawan konflik. Ledakan itu merenggut nyawa satu personel penjaga perdamaian Indonesia.
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit muda tersebut.
“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar PDI Perjuangan Aceh menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya Praka Farizal Romadhon,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh itu, gugurnya Farizal merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan satuan, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Almarhum gugur dalam tugas mulia. Ini adalah kehilangan besar bagi bangsa, khususnya Kodam Iskandar Muda yang kehilangan salah satu prajurit terbaiknya. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa pengorbanan almarhum menjadi simbol dedikasi dan komitmen prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
“Almarhum adalah putra terbaik bangsa yang telah memberikan pengorbanan tertinggi. Kita semua berutang penghormatan atas jasa-jasanya. Semoga pengabdiannya menjadi amal jariyah dan inspirasi bagi generasi muda Indonesia,” tegasnya.
Insiden tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik di kawasan Lebanon Selatan. Dentuman keras yang mengguncang pangkalan tidak hanya menghentikan langkah seorang prajurit, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, rekan satuan, dan masyarakat Indonesia.
Farizal gugur saat mengemban amanah negara, berdiri di garis depan konflik demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Praka Farizal diketahui merupakan putra kelahiran Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia bergabung menjadi prajurit TNI pada 2017 dan memulai pengabdian di Yonif RK 113/Jaya Sakti.
Dedikasi dan disiplin tinggi mengantarkannya terpilih dalam misi internasional. Ia diberangkatkan ke Lebanon pada Februari 2026 sebagai bagian dari pasukan UNIFIL.
Di negeri yang jauh dari tanah kelahirannya, ia menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menghadapi risiko besar demi menjaga perdamaian dunia.
Hingga saat ini, proses pemulangan jenazah masih menunggu koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas terkait di Lebanon.
Kepergian Praka Farizal menjadi pengingat atas risiko tinggi yang dihadapi prajurit TNI dalam misi kemanusiaan internasional.[]
