ADVERTISEMENT

Menyentuh Hangatnya Bumi di Pemandian Ie Suum, Permata Tersembunyi di Aceh Besar

[Foto: Dokpri]

DI ANTARA lekuk perbukitan dan rimbun pepohonan Aceh Besar, ada satu tempat yang tak sekadar menawarkan pemandangan tapi rasa. Hangat yang menyentuh kulit, uap tipis yang menari di udara, serta suara gemericik air yang seperti menenangkan pikiran. Tempat itu bernama Pemandian Ie Suum.

Berada di Desa Ie Suum, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, destinasi ini dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari Kota Banda Aceh. Perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Jalan yang berkelok, pepohonan yang saling bertaut di kanan-kiri, serta udara yang kian sejuk perlahan membawa kita menjauh dari hiruk-pikuk kota.

ADVERTISEMENT

Ie Suum bukan sekadar kolam pemandian biasa. Airnya berasal langsung dari sumber air panas alami yang muncul dari dalam tanah. Hangatnya bukan hanya terasa di permukaan, tetapi benar-benar menyelimuti tubuh dengan lembut. Banyak pengunjung percaya airnya membantu meredakan pegal dan lelah setelah perjalanan panjang atau aktivitas yang padat.

Uap tipis yang mengepul di atas permukaan air menciptakan suasana magis, terutama saat pagi atau sore hari. Cahaya matahari yang menembus sela pepohonan memantul di permukaan air, menciptakan siluet yang sulit dilupakan.

ADVERTISEMENT

Bagi sebagian orang, Ie Suum adalah tempat berlibur. Namun bagi yang lain, ia adalah ruang untuk berdamai dengan diri sendiri. Duduk di tepi kolam, membiarkan kaki terendam air hangat sambil mendengar suara alam, terasa seperti terapi yang sederhana namun bermakna.

Fasilitas yang tersedia cukup memadai untuk wisata keluarga. Area pemandian dibagi antara laki-laki dan perempuan agar pengunjung bisa menikmati dengan nyaman. Suasana yang masih asri membuat tempat ini cocok bagi siapa saja yang ingin sejenak melepaskan diri dari rutinitas.

ADVERTISEMENT

Ie Suum bukan hanya tentang air panas. Ia adalah cerita tentang bagaimana alam Aceh menyimpan kejutan di sudut-sudut yang mungkin jarang disorot. Di tengah arus modernisasi, tempat ini tetap mempertahankan kealamiannya.

Bagi wisatawan luar daerah, Ie Suum menjadi bukti bahwa Aceh bukan hanya tentang sejarah dan budaya, tetapi juga tentang lanskap alam yang menenangkan. Sementara bagi masyarakat lokal, tempat ini adalah warisan alam yang patut dijaga.

Jika suatu hari teman-teman merasa penat, mungkin bukan jarak jauh yang dibutuhkan. Cukup satu jam dari Banda Aceh, dan teman-teman akan menemukan hangat yang tidak hanya menyentuh kulit, tetapi juga hati. (Putri Munawwarah).

ADVERTISEMENT
Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup