Menkes Budi Targetkan Perbaikan 3.268 Rumah Nakes Rampung Sebelum Ramadan 2026
- Pemerintah mempercepat perbaikan 3.268 rumah nakes, target selesai sebelum Ramadan 2026.
- Bantuan: Rp15 juta–Rp60 juta sesuai tingkat kerusakan; 1.350 rumah siap diproses.
- Menkes Budi mengusulkan administrasi dipangkas agar dana cepat cair.
, Jakarta — Pemerintah mempercepat program perbaikan rumah bagi 3.268 tenaga kesehatan (nakes) yang terdampak bencana. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan penyelesaian batch pertama dapat tuntas sebelum memasuki Ramadan 2026, agar para nakes bisa kembali bekerja maksimal dan beribadah dengan tenang.
Pernyataan itu disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
“Mereka susah bekerja 100 persn karena rumah-rumahnya rusak,” ujar Budi.
Budi mengatakan, koordinasi lintas lembaga telah dilakukan secara intens dalam satu bulan terakhir. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan bantuan benar-benar masuk ke tahap eksekusi sebelum Ramadan.
“Nah, kita sedang terus mengoordinasikan dalam satu bulan terakhir ini. Tadi kita mau mengerjakan sebelum puasa, agar 3.268 ini, batch pertama, bisa mendapat bantuan.”
Skema Bantuan Perbaikan Rumah: Rp15 Juta–Rp60 Juta
Dalam rapat tersebut, Menkes Budi juga merinci skema bantuan perbaikan rumah berdasarkan kategori kerusakan yang telah ditetapkan pemerintah.
Rinciannya yakni Rp15 juta untuk kategori rusak ringan, Rp30 juta untuk kategori rusak sedang, dan Rp60 juta untuk kategori rusak berat
Program ini didukung anggaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pemerintah berharap bantuan dapat segera disalurkan sebelum Ramadan. Dari total 3.268 rumah yang masuk tahap pertama, sebanyak 1.350 unit dinyatakan siap untuk diselesaikan prosesnya.
Budi menegaskan percepatan ini bukan sekadar soal administrasi, tetapi menyangkut pemulihan kehidupan para nakes yang terdampak bencana. Ia berharap para penerima bantuan dapat segera kembali ke rumah, memperbaiki tempat tinggal, dan menjalankan ibadah puasa dengan lebih layak.
“Agar mereka segera bisa kembali ke rumah dan memperbaiki rumahnya. Dan pada saat puasa bisa melakukan ibadah puasanya di rumah,” ucap dia.
Untuk mempercepat pencairan dana yang bersumber dari Kemendagri dan BNPB, Budi mengusulkan agar proses administrasi dipermudah. Ia menyoroti birokrasi yang selama ini sering memakan waktu, terutama karena dokumen kerap direview berulang kali sehingga menghambat eksekusi di lapangan.
“Jadi, kita mengusulkan kalau bisa prosesnya sedikit sederhana. Jadi, reviewnya sekali, beberapa orang sekaligus duduk bareng, nanti keluar, langsung bisa dicairkan,” ujar Budi.
Ia menilai, sistem kerja yang terlalu berurutan membuat proses menjadi lambat. Karena itu, ia mendorong mekanisme paralel agar tahapan tidak menumpuk dan bantuan bisa segera diterima para nakes.
“Dengan demikian mengurangi pekerjaannya, tidak usah serial. Tapi bisa dilakukan secara parallel.”
Percepatan bantuan perbaikan rumah ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan, terutama pascabencana. Menkes Budi menilai, kondisi tempat tinggal yang rusak dapat mengganggu kinerja nakes yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
Dengan target penyelesaian batch pertama sebelum Ramadan 2026, pemerintah berharap proses penyaluran bantuan berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan tidak terhambat prosedur administratif yang berulang.[]
