ADVERTISEMENT

MDI Aceh Pimpin Tarawih di Mushalla Golkar, Bangun Energi Positif Ramadhan

Ketua MDI Aceh, Syamsul Rijal, menyampaikan tausiyah saat memimpin Tarawih bersama di Mushalla Kantor Golkar, Banda Aceh, Senin (23/2/2026). [Foto: Istimewa].
Ringkasan Berita
  • MDI Aceh memimpin Tarawih ke-5 Ramadhan 1447 H di Mushalla Kantor Golkar Banda Aceh dan bertindak sebagai leading sector kegiatan.
  • Ketua MDI Aceh Syamsul Rijal menegaskan Ramadhan harus diisi dengan tarawih, diskusi keislaman, tadarus Al-Qur’an, dan qiyamullail.
  • MDI Aceh mendorong dakwah yang hikmah dan menyejukkan guna memperkuat ukhuwah Islamiyah di Aceh.

Inisiatif Logo, Banda Aceh — Majelis Dakwah Islamiyah Aceh (MDI Aceh) kembali memimpin pelaksanaan Tarawih bersama di Mushalla Kantor Partai Golongan Karya (Golkar), Banda Aceh, Senin malam (23/2/2026). Kegiatan ini merupakan agenda rutin Ramadhan yang telah berlangsung sejak 2009.

Pada Tarawih ke-5 Ramadhan 1447 Hijriah tersebut, MDI Aceh mendapat giliran sebagai pelaksana sekaligus bertindak sebagai leading sector dalam koordinasi kegiatan. Momentum ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam membangun dakwah yang menyejukkan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di Aceh.

ADVERTISEMENT

Ketua MDI Aceh, Prof. Syamsul Rijal, M.Ag dalam arahannya menyampaikan bahwa Ramadhan tidak hanya diisi dengan pelaksanaan shalat tarawih semata, tetapi juga perlu dimaknai sebagai ruang penguatan spiritual dan kebersamaan umat.

“Selain tarawih, kita hidupkan juga diskusi keislaman, tadarus Al-Qur’an, serta qiyamullail. Ramadhan adalah momentum membangun energi positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengingatkan para kader agar senantiasa mengedepankan sikap hikmah dan kebijaksanaan dalam berdakwah. Menurutnya, komunikasi yang santun menjadi kunci menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.

Dalam tausiyahnya, Prof. Syamsul mengisahkan peristiwa pada masa Khalifah Harun al-Rashid. Ia menceritakan bagaimana sejumlah penafsir mimpi menyampaikan kabar dengan cara yang kurang bijak hingga berujung hukuman. Berbeda dengan Abu Nawas yang menyampaikan makna serupa dengan bahasa santun dan penuh hikmah.

ADVERTISEMENT

“Isinya boleh sama, tetapi cara menyampaikannya harus berbeda. Dakwah harus menyejukkan, bukan menegangkan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan hadits Rasulullah Saw. “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”

MDI Aceh berharap kehadiran pengurus dan kader dalam Tarawih bersama ini menjadi wujud kekompakan serta soliditas organisasi dalam membangun dakwah konstruktif yang memberi manfaat luas bagi umat.

ADVERTISEMENT

Kegiatan ini diharapkan terus menjadi energi positif bagi masyarakat dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, khususnya di Banda Aceh.

Adapun yang menjadi Petugas Pelaksana Imam Salat Isya dan Tarawih ialah Tgk. H. Syauqi A. Madjid, S.Ag. Kemudiab penceramah oleh Prof. Syamsul Rijal, dan Bilal Tgk. Marwan.

Dengan konsistensi sejak 2009, Tarawih bersama di Mushalla Kantor Golkar Banda Aceh ini menjadi salah satu agenda Ramadhan yang mempertemukan unsur dakwah dan kebersamaan dalam suasana religius dan harmonis.[]

Editor : Yurisman
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
inisiatifberdampak
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Tutup