Tak Lagi Sulit Berobat, RSUD Tengku Peukan Abdya Siapkan Layanan Poli dengan DPJP Lengkap
- RSUD Teungku Peukan Abdya memperkuat layanan dengan menghadirkan dokter spesialis dan subspesialis di berbagai poli.
- Pasien kini dapat memperoleh layanan kesehatan lebih lengkap tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
- Rumah sakit juga fokus pada edukasi dan pencegahan penyakit melalui deteksi dini dan pola hidup sehat.
, Blangpidie – Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUDTP) Aceh Barat Daya (Abdya) tancap gas memperkuat layanan kesehatan. Rumah sakit rujukan utama di Abdya ini memastikan seluruh poli berjalan maksimal dengan dukungan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dari berbagai spesialisasi.
Direktur RSUDTP Abdya, dr Ismail Muhammad SpB, menegaskan peningkatan layanan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi besar membangun sistem kesehatan daerah yang profesional dan responsif.
“Kami ingin memastikan setiap pasien mendapat diagnosis yang cepat dan tepat,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, penguatan layanan dilakukan sejalan dengan nilai BerAKHLAK, di mana rumah sakit terus berbenah untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya fokus pada penyembuhan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Saat ini, berbagai layanan spesialis sudah tersedia, mulai dari bedah, penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, hingga anak. Tak hanya itu, RSUDTP juga menghadirkan layanan subspesialis seperti jantung, saraf, paru, dan kesehatan jiwa.
Kelengkapan tenaga medis di setiap poli menjadi bukti kesiapan RSUDTP dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks. Kehadiran DPJP secara penuh disebut sebagai bentuk tanggung jawab rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang paripurna dan berstandar tinggi.
“Kami ingin masyarakat Abdya bisa mendapatkan layanan kesehatan yang setara dengan daerah perkotaan, tanpa harus dirujuk ke luar daerah, kecuali dalam kondisi tertentu,” jelasnya.
Selain memperkuat layanan kuratif, RSUDTP juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan penyakit. Edukasi kesehatan menjadi salah satu fokus penting, terutama dalam meningkatkan kesadaran pemeriksaan rutin.
Deteksi dini, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyakit seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan jantung. “Rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tapi juga pusat edukasi kesehatan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat dalam menunjang kualitas kesehatan. Mulai dari konsumsi makanan seimbang, rutin berolahraga, istirahat cukup, hingga menjaga kesehatan mental.
Dengan berbagai langkah tersebut, RSUDTP Abdya kian memperkuat perannya sebagai garda terdepan layanan kesehatan di daerah. Dukungan tenaga medis profesional dan sistem layanan yang terstruktur diharapkan mampu memberikan akses kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas bagi masyarakat.[]
